220 Anak Jalanan Ikuti Pesantren Kilat, Ini Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel

70

Makassar (kla.id)

Sekitar 220 Anak Jalanan mengikuti Pesantren Kilat, yang dilaksanakan oleh PKK Provinsi Sulsel bekerjasama dengan PKK Kota Makassar berjalan sangat hikmat. Hadir pada kesempatan tersebut Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dan Ibu, Lies F Nurdin selaku Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang turut serta hadir dalam acara pembukaan pesantren kilat Anak Jalanan di Gedung Balai Kartini, Makassar, (28/5/2019)

Pesantren kilat ini bertajuk Dengan Amaliah Ramadan Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa Anak Jalanan se-Kota Makassar yang dibuka oleh Nurdin Abdullah selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, NA menyampaikan, “Kalian ini merupakan generasi penerus bangsa. Dimana Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara terkuat ke enam di dunia.
Nurdin juga mengungkapkan kisah dirinya sewaktu kecil yang harus menempuh jarak kurang lebih 5KM sambil berjalan kaki untuk pergi sekolah.

Atas kerja kerasnya selama ini, Ia pun bisa menjadi orang sukses yang berhasil meraih gelar profesor serta menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan yang sama, istri dari NA, Lies F Nurdin juga menyampaikan harapan-harapannya terkait kegiatan pesantren kilat anak jalanan ini.

“Jadi hari ini PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak jalanan yang ada di kota Makassar. Alhamdulillah yang ikut ada 220 anak, mereka kami bina dan diberikan nasehat untuk menambah ruang-ruang yang ada di hatinya,” ungkap Lies.

Ibu dari tiga anak ini juga menambahkan bahwa, selain hal yang berkaitan dengan agama, pada pesantren kilat ini juga diberikan edukasi tentang bahaya narkoba, penyuluhan kebersihan gigi dan mulut, serta reproduksi pada remaja.

Nantinya, Lies berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan hingga tahun-tahun mendatang.

“Insya Allah setiap tahun kami akan terus melakukan pembinaan pada anak-anak jalanan. Bapak maunya mereka punya tempat yang lebih layak, kalau bisa sampai kuliah, karena mereka juga bagian dari masa depan Provinsi Sulawesi Selatan. Jadi mereka harus kita perhatikan,” tutup Lies.