40 Anak Usia Dini Bersihkan Pelabuhan Mattoanging

55
Pembersihan area sekitar pelabuhan merupakan kegiatan MARJAN (Mari Jaga Kebersihan).
Anak-anak berlomba kumpulkan sampah basah dan kering yang kemudian diberi hadiah oleh pengurus FABT (07/07/18).

Bantaeng (kla. id)

Senin (09/07/2018). Bentuk kepedulian Forum Anak Butta Toa (FABT) terhadap lingkungan kembali ditunjukkan dengan membersihkan area sekitar Pelabuhan Mattoanging. Lokasinya tak jauh dari perbatasan Kabupaten Bantaeng dengan Kabupaten Jeneponto atau lebih tepatnya di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dua titik utama dipilih yakni bibir pantai yang kerap tertumpuk sampah kiriman saat arus pasang dan area jalan protokol menuju pelabuhan yang juga rawan jadi pembuangan sampah sembarangan oleh oknum tak beranggung jawab. Kegiatan pembersihan dilakukan Sabtu (07/07/2018) dengan mengikutsertakan 40 anak berusia antara 5-12 tahun.

FABT menamai kegiatan ini, MARJAN (Mari Jaga Kebersihan), bagian dari kegiatan ASAS atau Anak Cerdas Anak Sehat. ASAS sendiri merupakan program kerja FABT pada klaster Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. Tujuannya agar anak-anak mengetahui pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketua Panitia, Alda Dwi Aprilia mengungkapkan, “Kami berharap kegiatan ini bisa memiliki nilai edukasi yang bermanfaat. Semoga materi yang kami berikan bisa dipahami dengan baik bahkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari”, tuturnya.

Anak dibagi 6 kelompok, masing-masing beradu kecepatan maupun jumlah dalam mengumpulkan sampah basah dan sampah kering. Sebelumnya seluruh anak mendapat penjelasan terkait pemilahan sampah basah dan kering.

Tak hanya mengumpulkan sampah, bersama pengurus dan Anggota FABT menanam pohon di sekitar area pelabuhan. Bibit tanaman merupakan hasil kerja sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng. Menanam pun, anak-anak dibekali teknik menanam yang baik dan benar.

“Terimakasih kakak-kakak karena sudah melaksanakan kegiatan MARJAN ini di daerah kami. Kedatangan kakak memberikan kami pemahaman yang sangat bermanfaat, kami sangat senang.” tutur seorang partisipan, Fatir.

Ditambahkan Alda jika kegiatan ASAS dan MARJAN yang saling terpadu itu bakal digelar di beberapa tempat lainnya di Kabupaten Bantaeng. Harapannya dapat mengedukasi lebih banyak anak dengan pengetahuan bermanfaat terkait sampah serta pentingnya hidup bersih dan sehat. (AMBAE)