67 Peserta Bersaing Raih Gelar Duta Kesehatan Bantaeng

96
Peserta disaring dari 67 jadi 5 Duta setelah melalui tahap tes tertulis, wawancara dan pemaparan materi serta sesi tanya jawab.
Peserta Duta Kesehatan Bantaeng selesaikan soal tertulis pada tes pertama di Gedung Balai Kartini Bantaeng (18/07/2018).

Bantaeng, Rabu (18/07/2018). Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng kembali berinovasi dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat khususnya kalangan remaja dalam upaya promosi kesehatan dengan mengadakan Lomba Duta Kesehatan Bantaeng. Sebanyak 67 orang peserta berpartisipasi pada lomba selama sehari ini di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Rabu (18/07/2018).

Inovasi ini diyakini yang pertama di Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya dan Kabupaten Bantaeng pada khususnya. Seperti disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, Ansar Tuba, “Saya yakin ini yang pertama di SulSel, bukan saja di Bantaeng. Semoga Lomba Duta Kesehatan ini diadopsi pusat dan provinsi seperti lomba lain misalnya Duta Pariwisata.” tuturnya.

Dirinya berharap banyak agar lomba di Bantaeng ini dapat dilombakan di tingkat nasional dan provinsi sehingga inovasi Bantaeng jalan terus dan orang berdatangan belajar ke Bantaeng. “Untuk panitia Saya minta hasil lomba ini dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kita harapkan momennya ini disampaikan.” tambahnya.

Lomba yang dikerja samakan dengan PKK, DWP, HPMB dan Forum Anak Butta Toa (FABT) ini mencakup 3 penyakit yang harus dipaparkan seluruh peserta yakni Stunting, Tuberculosis (TBC) dan Imunisasi. “Lomba Duta Kesehatan 2018, kata Abdul Rasyid selaku Ketua Panitia, akan melahirkan Duta Stunting, Duta TBC, Duta Imunisasi serta secara menyeluruh sebagai Duta Kesehatan dan Duta Favorit.”

Duta yang terpilih diharapkan mampu menjadi agen promosi kesehatan di masyarakat khususnya dikalangan remaja dan keluarga dalam upaya mengimplementasikan tiga isu strategis nasional bidang kesehatan yang dipaparkan pada Rakerkesnas tahun 2018 yakni Penurunan Angka Stunting, Eliminasi TBC dan Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi. (AMBAE)