7 KTH di Kaltara akan Terima Bantuan

45

Tanjung Selor (kla.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Kehutanan (Dishut) kembali akan menyalurkan bantuan. Kali ini diberikan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) yang ada di wilayah ini. Bantuan diberikan sebagai upaya peningkatan usaha ekonomi produktif kepada KTH yang ada di Kaltara. “Tahun ini sebanyak 7 KTH akan menerima bantuan. Yakni 6 KTH di Kabupaten Bulungan dan 1 KTH di Kota Tarakan. Di Bulungan cukup banyak yang diberikan, karena tahun lalu bantuan KTH di Bulungan belum ada. Makanya tahun ini kita fokuskan di daerah ini,” kata Sjarifuddin, Kepala Dishut Kaltara, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, ada 3 bentuk bantuan untuk KTH tahun ini. Antara lain bantuan untuk pengembangan sarana dan prasarana (Sarpras), pengembangan hutan tanaman rakyat, dan bantuan pengembangan agroforestry. “Sumber dana untuk 3 bentuk bantuan itu, diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan lewat DAK (Dana Alokasi Khusus). Total bantuan untuk KTH tahun ini sebanyak Rp 1 miliar,” bebernya.

Diungkapkan, bantuan pengembangan sarpras yang bersumber dari DAK berjumlah Rp 375 juta. Ada 4 KTH yang menerima bantuan itu. Ini berdasarkan hasil verifikasiDishut Kaltara. Yaitu, KTH Keluh Sejahtera, KTH Mu’ung Jaya, KTH Tangen, dan KTH Lasan Belua. “Kami menargetkan 5 KTH di Bulungan. Sudah ada masuk 5 KTH, namun yang terakomodir itu hanya 4 KTH. Masing-masing KTH ini akan menerima bantuan Sarpras sesuai dengan usulan yang diajukan tiap KTH,” jelas Sjarifuddin.

Selanjutnya, bantuan melalui dana hibah APBD dialokasikan sebesar Rp 500.116.000. Dana ini akan diberikan dalam bentuk bibit, bahan kimia dan pupuk. Diberikan kepada 2 KTH di Bulungan. Yakni KTH Nu’ung Jaya di Desa Long Sam, dan KTH Keluh Sejahtera Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat.

“Bantuan diberikan kepada KTH yang memiliki izin usaha pengelolaan hutan kayu, yang bergerak di hutan tanaman rakyat. Izinnya per orang, namun dibuat per kelompok. Minimal satu kelompok, ada 15 orang. Termasuk dengan pengurusnya. Untuk jenis bantuannya sedikit berbeda dengan bantuan dari DAK,yakni bibit, pupuk, hingga racun rumput,” paparnya.

Sementara, masih bersumber dari APBD, ada bantuan hibah untuk pengembangan agroforestry yang akan diberikan kepada 1 KTH di Tarakan. Yaitu KTH Slipi Makdekpon di Kelurahan Kampung 1/Skip, Kecamatan Tarakan Tengah. Alokasi anggarannya senilai Rp 199.550.000. “Jenis bantuannya beragam. Ada bantuan bibit rambutan, bibit kopi, juga bibit durian, pupuk tanaman juga ada, demikian juga bantuan untuk sarprasnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Sjarifudin mengatakan, bantuan untuk KTH akan direalisasikan dalam waktu dekat. Saat ini masih sedang dalam tahap penyelesaian berkas administriasi.  “Saat ini tinggal menunggu protapnya. Tinggal diteken oleh Gubernur SK-nya, untuk kemudian disalurkan. Bantuan ini kami berikan, mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI,” tuntas Sjarifuddin.

(humas)