Anak Bantaeng Berkeliaran Di Rumah Pohon Baloli, Kenapa Bisa?

381
Destinasi Rumah Pohon dikunjungi peserta FFASS 2018 dari Kabupaten Bantaeng.
Anak Bantaeng berfoto bersama di Rumah Pohon di Desa Baloli, Masamba, Luwu Utara (31/03/18).

Luwu Utara (kla.id)

Bersama ratusan anak dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, anak Bantaeng berkeliaran mengelilingi Rumah Pohon. Lokasinya kurang lebih 9 Km dari pusat Kabupaten Luwu Utara. Tepatnya di Desa Baloli, Kecamatan Masamba.

Di tempat ini anak Bantaeng mencoba berbagai fasilitas yang ada. Tersedia sarana ourbound baik High Game maupun Fun Game. Bagi penikmat olahraga menantang bisa coba rafting untuk memompa adrenalinnya.

Desain rumah pohon disini mungkin masih kalah tempat lain. Namun bahan pembuatannya dari material sampah rumah tangga menjadikannya tampak luar biasa.

Selain itu pengunjung bisa belajar Bahasa Inggris dengan mentor-mentor hebat. Umumnya pengelola Kursus di Rumah Pohon mendatangkan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata ke Indonesia.

Rumah Pohon yang dibangun sejak Februari 2016 dipilih Panitia Festival Forum Anak Sulawesi Selatan (FFASS) Tahun 2018 menggelar outbound. Kegiatan ini pula mengakhiri seluruh rangkaian FFASS di Luwu Utara.

Delegasi Anak Bantaeng rasakan kehangatan berinteraksi dengan anak daerah lainnya selama kurang lebih 3 hari (29-31 Maret 2018). Dan berharap dapat bersua kembali pada perhelatan FFASS 2019 di Tanah Kalong Kabupaten Soppeng.

“Kita sangat senang diajak menikmati destinasi wisata Rumah Pohon. Banyak hal dapat kita pelajari disini. Khusus Duta Anak Kabupaten Bantaeng yang akan berangkat ke Forum Anak Nasional (FAN) tahun ini, semoga lebih banyak pelajaran dipetik dari Rumah Pohon.” harap Ketua FABT, Muhammad Fadli Tamsir. (AMBAE)