Anak, Substansi Pembangunan sering dilupakan

291

Sintang – Anak merupakan substansi pembangunan yang sering dilupakan, padahal anak menjadi generasi yang sangat menentukan masa depan bangsa dan negara. Hal ini disampaikan oleh Ignasius Juan, Wakil Bupati Sintang dihadapan peserta “Sosialisasi Pengembangan Sintang Menuju Kabupaten Layak Anak” di gedung CU KK, Sintang (15/9).

Pemerintah Kabupaten Sintang sangat antusias dengan ditunjuknya Kabupaten Sintang sebagai salah satu wilayah ujicoba Pengembangan Kabupaten Layak Anak selain Kota Pontianak dan Kota Singkawang di provinsi Kalimantan Barat. “Untuk itu, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) perlu mempertajam, memperhatikan, dan memberi porsi di bidang anak, sehingga implementasi pembangunan di Kabupaten Sintang mendukung percepatan terwujudnya Kabupaten Sintang menuju Kabupaten Layak Anak,” tegas Ignasius Juan.
Menurut Wakil Bupati Sintang bahwa “Bicara layak anak, sesungguhnya sudah melekat pada masing-masing SKPD, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pariwisata dan budaya, lingkungan hidup dan infrastruktur”. Pemerintah Kabupaten Sintang menyadari bahwa “Pengembangan Sintang Menuju Kabupaten Layak Anak membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya SKPD, juga dukungan dari Pemerintah Pusat terutama Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Dalam Negeri”, tegas Ignatius.
Untuk mempercepat terwujudnya Sintang menuju Kabupaten Layak Anak, Wakil Bupati meminta dukungan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat, terutama bagaimana tokoh agama memperkuat iman dan moral anak, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di dalam kehidupan nyata. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sintang mengharap dukungan pihak swasta untuk menyediakan fasilitas-fasilitas yang layak anak, seperti taman bermain.

Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mempercepat terwujudnya Kabupaten Layak Anak akan menunjuk satu kelurahan dan satu desa model Kelurahan/Desa Layak Anak. Melalui kelurahan/desa ini, SKPD berkontribusi untuk menyediakan minimal satu program yang akan dilaksanakan di kelurahan/desa percontohan, misal Dinas Pertamanan akan menata taman, Dinas Lingkungan Hidup melakukan penanaman pohon, PDAM memasang keran-keran air untuk cuci tangan anak di tempat umum di kelurahan/desa, dll.
Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung selama sehari, menghadirkan pembicara dari Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bapeda Kabupaten Sintang, Dinas Sosial, Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, dan Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sintang. Serta dihadiri oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kalimantan Barat, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, pimpinan SKPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, PKK, dan Forum Anak Kabupaten Sintang.

Yang menarik dari pertemuan ini, adalah hadirnya wakil dari Forum Anak Kabupaten Sintang. Mereka selain menjadi peserta sosialisasi, juga menjadi pengatur acara dan pembaca doa.
Akhir dari pertemuan seluruh peserta menyepakati “Rekomendasi Percepatan Perwujudan Kabupaten Sintang menuju Kabupaten Kota Layak Anak”. Rekomendasi ini ditandatangani oleh wakil peserta dan dikirimkan ke Bupati Sintang dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.