ATRAKSI BUDAYA DAN BAKAT ANAK NIAS

403

Gunungsitoli, 23 Juli 2011.

Merayakan Hari Anak Nasional 2011, PKPA Nias mengadakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk membangkitkan kembali nilai – nilai kreatifitas lokal yang mampu mengangkat kembali senit tradisional Nias. Meski jauh dari hiruk pikuk perayaan HAN dikota-kota besar namun anak-anak Nias dan masyarakat sekitar Gunungsitoli antusias menyambut kegiatan yang difasilitasi oleh PKPA.

Mengusung tema nasional “Anak Indonesia sehat, kreatif dan berakhlak mulia” PKPA Nias bekerjasama dengan masyarakat desa Mudik, Organisasi Anak Bale Ono Niha dan Nusa Lima mengadakan beberapa perlombaan untuk memeriahkan puncak Hari Anak Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari mulai 22-23 Juli menyelenggarakan lomba melukis tingkat SLTP dengan tema lukisan “lingkunganku bersih, lingkunganku sehat”, para peserta diminta melukis diatas kain sepanjang 10 meter, dengan space 1 meter untuk tiap peserta.

Perlombaan kedua adalah lomba membuat miniatur rumah adat Nias tingkat SLTA, dalam perlombaan ini peserta diharuskan membuat miniatur rumah adat dengan bahan dasar dari bambu. Pada tanggal 23 Juli PKPA Nias mengadakan puncak perayaan Hari Anak Nasional 2011, di jalan Makam Pahlawan Desa Mudik, tepatnya didepan komoleks taman Makam Pahlawan. Hadir dalam perayaan ini yang mewakili kepala Desa Mudik bapak Budiman Telaumbanua, ketua P2TP2A Kabupaten Nias, Direktur Forniha dan perwakilan LSM Pesada Nias. Turut hadir juga tokoh masyarakat mudik dan para undangan yang terdiri dari msyarakat mudik dan utusan sekolah.

Dalam kata sambutannya, Kepala Desa Mudik mengatakan kegembiraannya dengan kegiatan yang diadakan oleh PKPA Nias, dimana PKPA Nias telah melakukan pendampingan di Nias khususnya di kota Gunungsitoli dengan sangat maksimal, dan diharapkan kegembiraan ini tidak hanya terhenti pada perayaan ini, namun juga berlanjut sampai kemudian hari. Perayaan HAN tahun ini dikhususkan untuk anak anak sekitar Kota Gunungsitoli untuk mengikuti perlombaan tradisional antara lain makan kerupuk, lari sendok, balap bakiak, paku botol, balap tempurung dan dansa balon.

Perlombaan-perlombaan tradisional ini dibuat untuk menambah keceriaan anak pada hari perayaan anak yang memang dikhususkan untuk mereka, dan juga sebagai momen untuk membangkitkan kembali nilai nilai tradisi yang sudah mulai terkikis oleh kemajuan teknologi dan modernisasi. Dan pada perayaan tersebut juga diumumkan para pemenang lomba melukis dan membuat miniatur rumah adat Nias, nama nama para pemenang diumumkan oleh para juri.

Untuk lomba melukis jurinya adalah Hery (tutor training sablon di Lapas Gunungsitoli), Reny (reporter Nias Bangkit.com) dan Hendrik (staff Forniha), dan untuk juri lomba membuat miniatur rumah adat Nias adalah Bapak Melkhior Duha dari BPWN. Dan para pemenang lomba melukis adalah juara I Artha Providensia Gulo dari SMP swasta Pembda 2 Gunungsitoli, juara II Roli Gulo dari SMP Swasta Kirsten BNKP Gunungsitoli, juara III Ahmad Tasrif Tanjung dari MTs Nu . Dan para juara lomba membuat miniatur rumah adat Nias adalah Juara I sandy setiawan Lase dan Roni Kristian Laoli danri SMK Swasta Faliera, Juara II ikhtiar Zebua dan Beriman Sejahtera Zalukhu dari SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli, dan juara III Peringatan Halawa dan Lisman Zebua dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli.

Masing masing juara memperoleh Tropy dan uang tunai sebesar Rp. 250.000, Rp. 200.000 dan Rp. 150.000 untuk pemenang lomba melukis dan untuk lomba membuat miniatur rumah adat juga mendapat Tropy dan uang tunai masing masing sebesar Rp. 500.000, Rp. 400.000 dan Rp. 300.000. para juara lomba tradisional juga memperoleh hadiah yang tidak kalah menarik yaitu paket school kits dan hyegiene kits. (Tim PKPA Nias)