Bahas Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Pembangunan Daerah, Lakpesdam NU Temui Bupati Bulukumba

135


Bulukumba, Siga

Salah satu organisasi non pemerintah yang getol memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak, pemberdayaan perempuan, pengurangan angka kemiskinan maupun penguatan budaya di Bulukumba adalah Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bulukumba.

Melalui pengurus Program Peduli, Lakpesdam PCNU Bulukumba, Rabu 6 Februari 2019 membawa serta Pengurus Pusat Lakpesdam NU melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Ruang Rapat Bupati Bulukumba.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan kunjungan Australian Government Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Rombongan pengurus Lakpesdam NU Pusat dan Lakpesdam NU Bulukumba diterima langsung Bupati Bulukumba A. M. Sukri A. Sappewali bersama Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto.

Saat menerima para pengurus Lakpesdam NU, A. M. Sukri A. Sappewali menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para Pengurus Lakpesdam NU atas sumbangsihnya terhadap pembangunan di Kabupaten Bulukumba. “Kami sangat berterima kasih kepada Lakpesdam NU yang telah banyak berkiprah untuk menginisiasi dan mendorong Desa Ramah Anak di Bulukumba maupun kegiatan lain untuk mendorong pembangunan di daerah terpencil seperti Kawasan Adat Ammatoa Kajang, maupun Kahayya.

Hal senada disampaikan oleh Tomy Satria Yulianto, Wakil Bupati Bulukumba. Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Lakpesdam NU di Desa Bialo untuk mendorong Desa Ramah Anak dengan kegiatan seperti Musrenbang Anak tingkat Desa, perlu diapresiasi. Untuk itu, Wakil Bupati meminta perlunya upaya mendorong pembangunan berbasis masyarakat melalui kerjasama dengan memanfaatkan potensi yang ada.”

Kita juga sangat berharap agar ada replikasi, ada upaya untuk menukarkan inovasi yang bagus ini kepada desa yang lain di seluruh wilayah Bulukumba,” harap Tomy Satria Yulianto.

Sementara itu, beberapa pengurus Lakpesdam NU Pusat yang selama ini bergerak dengan Program Peduli bersama dengan Sulawesi Community Foundation (SCF) mengajukan beberapa pertanyaan terkait bentuk kebijakan Pemerintah Kabupaten Bulukumba utamanya dalam proses adopsi program kegiatan tersebut bagi desa lain dalam wilayah Kabupaten Bulukumba.

Menanggapi hal tersebut, Andi Ukke, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bulukumba mengemukakan beberapa regulasi tentang pemanfaatan dana desa yang memungkinkan Pemerintah Desa bisa mengembangkan hal-hal tersebut. “Jadi di Bulukumba ini, Peraturan Bupati yang terkait pemanfaatan dana desa untuk pemenuhan hak anak sudah ada. Kita berharap agar desa lain bisa mereplikasi dan mencontoh desa yang sudah menerapkan pemenuhan hak-hak anak maupun program lainnya,” kata Andi Ukke.

Sementara itu Kabag Hukum Sekretariat Daerah membeberkan beberapa peraturan yang ada di Kabupaten Bulukumba utamanya mengenai pemenuhan hak anak dan kesetaraan gender.

Kemudian kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak dalam proses perencanaan pembangunan juga disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bulukumba. Dalam penyampaiannya di depan Wakil Bupati Bulukumba dan Pengurus Lakpesdam NU, Muhajir yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menuturkan bahwa, kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak di Kabupaten Bulukumba sudah berjalan dalam dua tahun terakhir. Menurutnya kegiatan tersebut sebagai perwujudan pemenuhan hak anak utamanya untuk mengambil bagian dalam perencanaan pembangunan.

Selain itu, kata Muhajir, pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bulukumba telah melakukan sosialisasi Desa dan Kelurahan Layak Anak untuk meningkatkan kategori pencapaian Kabupaten Layak Anak yang tahun 2018 lalu diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Kita berharap agar kategorinya bisa meningkat dari tahun sebelumnya. Maka sosialisasi tersebut perlu terus dilakukan,” paparnya. (Irwan-Muhajir Ganie-Foto Andi Ayatullah)