Beda, Suara Anak Dua Bahasa di Musrenbang Kota Singkawang

476

Singkawang (kla.id).  Memperhatikan pandangan dan usulan anak dalam musrenbang RKPD 2019,  melalui kegiatan musrenbang dengan Tema “Pembangunan Infrastruktur Untuk Mendukung Ekonomi Kerakyatan Singkawang Hebat 2022” yang dibuka oleh  Walikota Sinkawang ” Tjhai Chui Mie, SE ” dihadapan  Perwakilan Pejabat Provinsi Kalimantan Barat, DPRD Kota Singkawang, Pejabat di lingkungan  Kota Singkawang, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Lembaga / Organisasi Masyarakat, Perwakilan Kelompok Anak  yaitu Forum Anak Cinta Singkawang yang kali ini mengajak beberapa anggota yang berkebutuhan khusus yaitu tuna rungu. Bertempat di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Jalan Firdaus. (22/3)

Tahun 2018 merupakan Tahun ke 2 Forum Anak Kota Singkawang terlibat di dalam musrenbang tingkat kota. Pada kesempatan tersebut Forum Anak Daerah (FAD) Kota Singkawang yang dikenal dengan nama Forum Anak Cinta Singkawang (Fantasi) menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan anak di Kota Singkawang. Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Anak Kota Singkawang “Ariq Ananta Wiguna “yang merupakan siswa SMAN I Kota Singkawang bersama representasi anak berkebutuhan khusus,”Devi Julianti” yang merupakan siswi SLB B Dharma Miranti. Enam suara anak yang disampaikan pada kesempatan itu antara lain :

  1. Perlunya pemerataan jaringan internet di seluruh tempat di Kota Singkawang, khususnya di Pangmilang, Bagak Sahwa, Lirang, Setapuk. Hal ini dikarenakan setiap anak berhak mendapatkan informasi dan literasi dari berbagai media.
  2. Menjadikan Kota Singkawang Bebas Iklan, Sponsor, Promosi dan Asap Rokok (ISPA)
  3. Perbaikan jalan menuju sekolah terutama jalan untuk menuju ke MAN Model Singkawang
  4. Kebutuhan akan jembatan penyebrangan dan atau Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di beberapa titik sekolah yang lalu lintasnya sangat padat dan beberapa rawan kecelakaan, yaitu SMAN 3 Singkawang, SMPN 2 Singkawang, SD Bruder Singkawag, SDS Suster Singkawang, MTs dan MA Ushuluddin Singkawang.
  5. Peningkatan fasilitasi pengembangan bakat dan minat anak khususnya bagi anak yang berkebutuhan khusus dengan memberikan fasilitas penunjang yang sesuai dengan kondisi mereka.
  6. Perlunya beasiswa kepada anak-anak Kota Singkawang yang memiliki kontribusi lebih untuk Kota Singkawang dan memiliki potensi sesuai bakat dan minat yang dimiliki anak tersebut

Enam suara anak ini merupakan rumusan pemikiran anak berdasarkan isu-isu yang berkembang disekitarnya.

Sehari sebelum kegiatan tersebut, Forum Anak melakukan kunjungan ke SLB B Dharma Miranti yang letaknya cukup dekat dari Sekretariat Forum Anak Kota Singkawang yang bertempat di Dinas Sosial PPPA. Selain itu ada pesan yang ingin disampaikan forum anak Kota Singkawang kepada anak-anak lainnya yaitu 

“jadikan perbedaan sebagai modal atau kekuatan untuk berkolaborasi, Berbeda tak berarti Kurang”.

Kesempatan yang diberikan bagi anak menyampaikan pandangannya  secara langsung dalam kegiatan musrenbang merupakan salah satu aksi nyata anak dan pemerintah mewujudkan Singkawang menjadi Kota Layak Anak. Diharapkan pada tahun mendatang, peran serta anak dalam pembangunan ditingkatkan dan pandangan anak benar-benar dipertimbangkan demi kepentingan yang terbaik bagi anak. (winr)