Bentuk MPA di Seluruh Kabupaten-Kota

21

Tanjung Selor (kla.id) – Menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak dini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di seluruh kabupaten dan kota.

MPA, seperti disampaikan Kepala Dishut Kaltara Syarifuddin, dibentuk dalam rangka merangkul keterlibatan masyarakat dalam pengendalian Karhutla. “Ini merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan Karhutlah di tingkat tapak, dengan melibatkan masyarakat. Melalui MPA ini, dapat menjadi mitra dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Syarifuddin.

Diungkapkan, lewat MPA yang telah dibentuk dapat terlibat aktif dalam setiap kegiatan pengendalian Karhutla. Baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan instansi terkait lainnya. “MPA ini lah nanti yang menangani jika ada indikasi kebakaran wilayah mereka. Selain itu juga dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat, bahwa membakar lahan itu tidak diperkenankan dan ada sanksi hukum bila diberlakukan,” ujarnya.

Syarifuddin mengatakan, tahun ini tiap kabupaten dibentuk 2 kelompok MPA. Dengan jumlah 30 orang. MPA dibentuk juga murni dari masyarakat yang sukarela untuk ikut dalam kelompok MPA. “Pembentukan MPA akan terus dilanjutkan hingga tahun depan. Karena targetnya semua desa akan ada kelompok MPA, terutama desa yang rawan Karhutla,” kata Syarifuddin.

Sayrifuddin menyebutkan, MPA yang sudah dibentuk tahun ini yakni Kabupaten Nunukan, tepatnya di Desa Binusan dan Kelurahan Nunukan Barat. Kemudian Kabupaten Bulungan Desa Bumi Rahayu dan Desa Ruhui Rahayu, Kabupaten Malinau Desa Kelapis dan Desa Kaliamok,  Kabupaten Tana Tidung (KTT) Desa Kujau dan Desa Bebakung, dan Kota Tarakan di Kelurahan Kampung 4 terdapat 2 kelompok. “Kelompok MPA yang telah dibentuk ini berdasarkan SK (Surat Keputusan) kepala desa masing-masing. Saya berharap dengan adanya MPA di desa-desa rawan Karhutla mampu menekan terjadinya Karhutla. Di mana setiap titik panas yang terpantau atau informasi adanya karhutla dapat segera dilakukan pengecekan dan pemadaman dini sebelum api meluas,” pungkasnya.

(humas)