Bupati Tegaskan Pramuka Harus Jadi Benteng Generasi Muda

46

Tanjung Selor (kla.id) – Bupati Bulungan H.Sudjati menegaskan agar Pramuka harus mampu menjadi benteng bagi generasi muda ditengah gempuran negatif, hal tersebut ia sampaikan saat menjadi Pembina Upacara dalam memperingati Hari Pramuka Ke-58 Tahun 2019 di Lapangan Agatis, Rabu pagi (14/8).

Bupati menyebutkan, sebagaimana amanat dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, seperti tantangan terbesar Bangsa Indonesia saat ini berupa merebaknya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), terpaparnya radikalisme dan terorisme, serta maraknya penyalahgunaan narkoba.

Untuk itu adanya gerakan Pramuka diharapkan menjadi bagian terdepan menanamkan nilai-nilai luhur, sehingga dapat membentengi generasi muda khususnya dari kecenderungan melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut.

“Salah satu alasan diadakan kerjasama Kwartir Nasional dan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang ditandatangani tanggal 27 juli 2019, diantaranya untuk merumuskan syarat-syarat kecakapan khusus bagi anggota Pramuka siaga, penggalang dan penegak/pandega yang mempunyai pengetahuan atau kognitif, sikap atau afektif dan keterampilan atau psikomotorik anti korupsi,” ungkapnya.

Hal tersebut lanjutnya merupakan bagian dari peringatan Hari Pramuka tahun ini yang mengusung tema Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI.

Selain itu kata bupati, berkaitan dengan Globalisasi, bahwa hal tersebut selain mempunyai aspek positif, tidak sedikit pula menimbulkan dampak negatif. Globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan.

“Hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani, karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia. Kwartir Nasional memandang perlu mencanangkan suatu gerakan perlindungan bagi petani, dengan lebih banyak mengkonsumsi produk pertanian lokal,” pesannya.

Untuk itu ia meminta setiap anggota Pramuka bertekad untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih kepada produk lokal dalam setiap kegiatan Pramuka dan keseharian.

Selanjutnya bupati katakan amanat lainnya yaitu agar kepedulian akan kelestarian lingkungan bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka, melainkan menjadi sikap hidup dan standar berperilaku yang dipedomani setiap anggota Pramuka.

“Segenap anggota Pramuka diharapkan untuk setiap saat melakukan aksi nyata “perang terhadap sampah plastik” serta dalam kegiatan-kegiatan Pramuka,” imbuhnya.

“Kapanpun dan di manapun berada, agar menolak penggunaan barang-barang berbahaya bagi lingkungan,” sambungnya.

Diingatkannya pula, kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungannya, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan.

Karenanya, Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan.

“Setiap anggota Pramuka diharapkan menjadi kesatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana,” pesannya.

Disampaikan pula, Gerakan Pramuka merupakan bagian dari kegiatan kepanduan dunia, yang tergabung dalam World Organization Scout Movement atau (WOSM). Untuk itu ia berharap agar anggota pramuka dan seluruh pengurus agar bersiap untuk menyongsong wajah baru Gerakan Pramuka.

“Dengan seragam dan atributnya yang lebih terstandar, dan dilindungi hak kekayaan intelektualnya berdasarkan undang-undang yang berlaku, dan penyesuaian-penyesuaian sebagaimana konstitusi WOSM,” terangnya.

Ditambahkannya pula, Kwartir Nasional pada Hari Pramuka 2019 ini akan meminta Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional, meluncurkan atau soft launching Pramuka Pra-Siaga, yaitu bagi anak-anak yang belum berusia 7  tahun. (MC Bulungan/sny)