Cegah Kekerasan Pada Anak, Dinas DPPPAPPKB Melakukan Sosialisasi PATBM di Desa Tanjung Agung

30

Tanjung Selor (kla.id) –  Untuk mencegah tindak kekerasan pada anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bulungan mengadakan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas, Kamis (03/05/2018).

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Camat Tanjung Palas Timur, Kepala Desa Tanjung Agung, Babinsa Desa Tanjung Agung, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Agung, P2TP2A Kabupaten Bulungan, Duta PIK-r Kabupaten Bulungan,  Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Masyarakat setempat dan Siswa dan siswi sekolah Desa Tanjung Agung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ibu dr.hj. Aryani Arsyad, M.Kes yang biasa disapa ibu Ani, dalam sambutannya menuturkan, Sosialisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat  ( PATBM ) bertujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat untuk mencegah dan menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi dimasyarakat dan bagaimana penerapan perlindungan anak.mengacu dari UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak ini maka tujuan dari PATBM secara umum adalah menurunkan angka kekerasan pada anak dalam bentuk apapun ( fisik,emosional dan seksual ).

Selanjutnya kegiatan ini kemudian dilanjutkan pada pemberian materi. Pada kesempatan pertama materi dibawakan oleh perwakilan P2TP2A. menuturkan “Diharapkan dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan antisipasi masyarakat terhadap berbagai problem sosial di bidang perlindungan anak khususnya di Desa Tanjung Agung dan umumnya di Kabupaten Bulungan,”.

 

Kemudian pada sesi kedua, materi dibawakan oleh Duta PIK-R Kabupaten Bulungan, Alma Titian yang biasa disapa Alma. Pada kesempatan menuturkan tujuan sosialisasi pembentukan Aktivis PATBM ini adalah  mencegah kekerasan terhadap anak melalui metode identifikasi, bedah kasus dan aksi untuk melindungi anak-anak yang menjadi korban kekerasan termasuk akses terhadap keadilan bagi korban dan pelaku kekerasan.

Selanjutnya, untuk hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu masyarakat serta kader/aktivis PATBM mampu mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada anak-anak.

Serta, mampu secara mandiri maupun bersama-sama untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak. Dan para kader/aktivis PATBM mampu menjadi agen perubahan atau “Change of Agent” di wilayahnya masing-masing.

Sehingga dengan adanya sosialisasi ini menjadi momentum dalam menjadikan refleksi bagi kita semua untuk meningkatkan peran serta seluruh komponen masyarakat  dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.