Cegah Pernikahan Usia Anak, PKK Desa Bonto Lojong Perkuat Dasa Wisma

65
Dasa Wisma diharapkan jadi ujung tombak pencegahan pernikahan usia anak.
Ramlah dari PKK Kabupaten Bantaeng mensosialisasikan 10 Program Pokok PKK (14/01/2019).

Bantaeng, Senin (14/01). Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Bonto Lojong di Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng menggelar Sosialisasi 10 Program Pokok PKK di Aula Kantor Desa, Senin pagi, 15 Januari 2019.

Kegiatan yang dihadiri puluhan kader PKK Pokja (Kelompok Kerja) I, II, III dan IV tersebut terkait penguatan pengetahuan terhadap program dasar PKK diantaranya penyiapan rencana program kegiatan yang tersusun lebih rapi dan juga penyiapan kader yang benar-benar bisa menjangkau masyarakat sebagai sasaran pembinaan kesejahteraan keluarga.

Tampil sebagai narasumber yakni Ramlah selaku Anggota TP PKK Kabupaten Bantaeng. Ramlah sudah puluhan tahun menjadi kader PKK bahkan tercatat sebagai Kader ANDALAN PKK Bantaeng sejak sekitar tahun 1998.

Dalam paparannya dikatakan bahwa tanpa ada kader dasa wisma, semua data-data mulai dari tingkat terbawah yaitu rumah tangga hingga Kabupaten tidak bisa muncul. Padahal data-data dasar seperti kesehatan amat penting sebagai pedoman dalam pengambilan kebijakan.

“Dasa Wisma ujung tombak pendataan, olehnya Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng berharap penguatan di tingkat Desa dan Kelurahan”, ujarnya.

Diketahui Dasa Wisma (Dawis) merupakan kelompok Ibu dari 10 KK (Kepala Keluarga) dari rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program. Keberadaannya punya peran strategis dalam mewujudkan keluarga sejahtera.

Lanjut Ramlah yang hadir bersama rombongan PKK tingkat Kabupaten yaitu Raidah Abbas, A Tenri Sompa, Syarfiah Zainuddin, Fitria dan Abdul Azis. Dia berharap tidak ada lagi kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pernikahan usia anak yang viral belakangan ini kata Ramlah perlu penyadaran, bimbingan dan pencegahan aktif mulai dari lingkungan keluarga. Beragam hal dapat mempengaruhi kehidupan anak di era moderen.

Untuk itu kearifan lokal harus dihidupkan dan dibudayakan kembali. Anak sejatinya dijauhkan dari ponsel dan dikenalkan permainan rakyat seperti duce-duce, tingko’-tingko’, songko’-songko’ jangang dan dende-dende.

“Permainan rakyat harus diaktifkan kembali. Disitu PKK harus ambil peranan penting khususnya dasa wisma dan kader-kader PKK”, tambahnya.

Sementara Ketua TP PKK Desa Bonto Lojong, Mirawati berharap Pemerintah Desa yang dipimpin suaminya dapat melanjutkan pencapaian Bantaeng saat ini yang semakin dikenal dengan sejumlah inovasi.

“Semoga apa yang disampaikan pemateri tadi agar desa kami bisa menyelaraskan Visi Misi Bapak Bupati terkait bantuan seragam sekolah bisa diwujudkan. Anak tidak lagi mendahulukan menikah daripada sekolah”, pungkasnya.

Mirawati menutup kegiatan tersebut dengan harapan PKK pada seluruh tingkatan terus bersinergi dalam rangka mendukung program Pemerintah. (AMBAE)