Deklarasi Sekolah Ramah Anak “Pelangi” SDN 10 Dompu – Nusa Tenggara Barat

71

 

 

Sesi foto bersama usai Acara Pelepasan Siswa SDN 10 Dompu Kelas VI yang dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak “Pelangi” 

Dompu, SD Negeri 10 Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu – Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB, Sabtu (22/6) pagi, menggelar acara Pelepasan sebanyak 32 Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2018/2019 yang dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak “Pelangi” yang merupakan Inisiatif dari Kepala Sekolah SDN 10 Dompu “Suriansyah, S.Pd.,M.MPd.

Pada kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) H. Ichtiar SH, kemudian, Kepala UPT Dikpora Kecamatan Dompu, Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis DP3A) Hj. Daryati Kustilawati, SE, MSi, Kepala Desa Mbawi Sukrin H. Ibrahim, Ketua Komite Dae Gian dan puluhan orang tua siswa.
Acara tersebut dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang bersifat inisiatif pihak sekolah itu sendiri. Dalam acara ini, Kepala SD Negeri 10 Dompu, Suriansyah, S.Pd. M.Pd memberikan penghargaan berupa medali Purna yang berlogo Tut Wuri Handayani kepada sejumlah siswa yang lulus.

Kepala SD Negeri 10 Dompu Suriansyah dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa alasan mendasar untuk dijadikan sekolah yang ia pimpin untuk dicanangkan sebagai SRA.
“Berdasarkan Permen Diknas RI Nomor 62 tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler. Kemudian, Permen PPPA RI Nomor 12 tahun 2011 tentang indikator Kabupaten Layak Anak (KLA). Permen PPPA RI Nomor 8 tahun 2018 tentang kebijakan SRA dan Perda Nomor 8 tahun 2017 tentang KLA,” ujarnya.

 Siswa/Siswi yang dilepas usai diberikan penghargaan

Usai sambutan Kepala SDN 10 Dompu, Kadis DP3A Hj. Daryati Kustilawati juga dalam sambutannya, pihak memberikan apresiasi terhadap Kepala SDN 10 Dompu, karena SDN 10 Dompu merupakan sekolah yang Ketiga yang memiliki inisiatif mendeklarasikan sekolahnya sebagai SRA.

“saya memberikan apresiasi atas inisiatifnya untuk mendeklarasikan sekolahnya sebagai sekolah ramah anak, ada juga sekolah yang seperti sekolah ini seperti SD IT AL HILMI, TK IT AL HILMI dan SDN 11 Dompu,” katanya.

Dikatakan Umi Yat SRA memang berhak mendapatkan, apalagi pihaknya saat ini sedang giat melakukan verifikasi karena bagian dari indikator KLA.

“Kabupaten Dompu sudah dievaluasi dan alhamdulillah dari evaluasi tersebut sekolah ramah anak yang menjadi semple adalah di sekolah SDN 7 Woja dan SDN 7 Woja ini, dia bisa menggambarkan bahwa dia bisa menjadi sekolah ramah anak,” ungkapnya.

 Dari Kiri Kadis Dikpora, Kadis P3A, Kadis UPT Dikpora
.

Sementara, Kadis Dikpora H. Ichtiar, SH juga dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap Kepala SDN 10 Dompu karena menurut dia sekolah tersebut telah memberikan warna baru.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap Kepala beserta seluruh jajaran guru di SDN 10 Dompu,” ucapnya.
Lewat kesempatan ini juga, HI memberikan arahan terhadap masyarakat terutama semua tamu undangan termasuk pendidik bahwa guru harus ada dimana-mana agar anak-anak jauh lebih baik dan menjadikan kehidupan mereka jauh dari pengaruh-pengaruh lingkungan dalam kehidupan yang lebih buruk.

“Ketika anak ada di sekolah ada gurunya, ketika anak berada di rumah, orang tuanya yang menjadi guru, ketika anak berada di lingkungan masyarakat, masyarakatlah yang menjadi guru, kalau guru ada di mana-mana kehidupan

anak pasti jauh lebih baik dan dunia pendidikan mereka pasti akan jauh lebih baik juga,” arahannya.

Tampak Kepala SDN 10 Dompu saat mengalungi penghargaan berupa medali Purna berlogo Tut Wuri Handayani

SDN 10 Dompu yang baru saja dinahkodai SD Pelangi, lanjut Kadis Dikpora, ibarat magnet yang membuat para siswa dan siswi menjadi betah dan tidak ingin bolos apalagi meninggalkan sekolah.
“SD Pelangit sebagai magnet yang membuat anak itu betah di sekolah kalau sudah betah di sekolah anak itu berarti sekolah itu ramah anak,” umpama dia.
Dengan adanya acara yang digelar itu, pihaknya mendukung apalagi para siswa yang terima surat keterangan lulus itu menggunakan pakaian adat hal itu juga yang membuat HI berinisiatif untuk meniadakan acara pelepasan siswa dengan cara makan-makanan enak di tempat-tempat pariwisata atau di pinggir-pinggir pantai yang berakibat fatal untuk para siswa.
“Satu inovasi yang luar biasa yang diadakan Kepala SDN 10, dengan membuat acara seperti ini, membangkitkan kembali pakaian – pakaian adat, hal ini akan saya buatkan kebijakan,” kata HI. [Yd/P3ADpu]