Desa Bonto Jai Pertama di Bissappu Membentuk Forum Anak Desa

34

Bantaeng (kla.id)

Berangkat dari ide besar Pemerintah Desa Bonto Jai untuk melakukan berbagai gebrakan dalam hal pemenuhan hak anak, digagaslah wacana pembentukan forum anak.

Ide itu akhirnya diwujudkan Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin dengan mendorong anak-anak di desanya mempelopori terbentuknya wadah berhimpun anak tersebut.

Mengalir singkat saat dihelat Sosialisasi PATBM (Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) Tahun 2019 di Kantor Desa yang berlokasi di Dusun Tino, Kecamatan Bissappu, Minggu pagi (15/09/19).

Meski lebih awal gagasan itu sudah mengemuka dengan melakukan serangkaian diskusi dan pertemuan dengan berbagai pihak baik Pemerintah maupun Masyarakat serta Pemerhati Perempuan dan Anak di Kabupaten Bantaeng.

“Kita harap setelah sosialisasi ini langsung kita bentuk forum anak sebagai wadah berhimpun anak” tegas dia
Diungkapkan saat membuka sosialisasi, Kades yang karib disapa Emil itu menegaskan pentingnya dibentuk forum anak. Didukung Forum Anak Butta Toa (FABT), sekitar pukul 11:30 Wita lahirlah Forum Anak Desa Bonto Jai (FABJ) sebagai desa pertama terutama di Kecamatan Bissappu melalui kegiatan Temu Anak Desa.

“Alhamdulillah kita bisa wujudkan terbentuknya forum anak di desa kami. Semoga wadah ini memberi ruang yang luas bagi anak-anak menyalurkan aspirasi dan kreatifitasnya”, ungkapnya.

Dengan forum anak, pihaknya merasa optimis bisa maksimal mengupayapan pembangunan yang responsif gender, anak, perempuan dan rentan mulai pada tataran keluarga.

Disamping itu, terkait perlindungan dan penanganan anak yang mengalami kekerasan, Emil berharap forum anak itu mengambil peran penting didalamnya.

Sehingga pelibatan anak dalam ruang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) benar-benar ada, bukan sekedar diatas kertas.

FABJ akan dihuni Pengurus dan Anggota yang tak lain adalah anak di Desa Bonto Jai. Dikesempatan itu telah hadir puluhan anak yang akan menjadi pengurus inti maupun pengelola bidang atau divisi.

Sementara anak lainnya di desa itu tetap akan dilibatkan melalui kerja-kerja yang akan diprogramkan FABJ. Tentu kata Emil, FABT yang ada di tingkat Kabupaten Bantaeng senantiasa harus mensupport FABJ.

Ketua FABT, Ahmad Fathanah As’ad yang berbicara siang itu meyakinkan Pemerintah Desa Bonto Jai bahwa FABT tidak akan berdiam diri. Malah FABT selama ini banyak menjadikan Desa Bonto Jai sebagai lokus (Lokasi Fokus) dan sasaran program dan kegiatan FABT.
Kepedulian dan dukungan penuh Pemerintah Desa Bonto Jai selama ini kami rasakan sangat besar. Makanya kami dari FABT suka berkegiatan di desa ini, termasuk teman-teman disini aktif, kreatif dan mau berkembang”, tuturnya.

Lanjut dijelaskan Fathanah, forum anak merupakan program yang digelontorkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Hadir mulai dari pusat dengan nama Forum Anak Nasional (FAN).
Di tingkat provinsi khususnya Sulawesi Selatan diberi nama Forum Anak Sulawesi Selatan (SulSel). Sementara di Bantaeng dijuluki FABT, punya peranan menangani 5 klaster.

Mencakup 24 indikator sebagai implementasi dari Konvensi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) terkait Hak-hak Dasar Anak. Keberadaan forum anak sendiri tidak terlepas dari upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menuju Indonesia Layak Anak di tahun 2030.
Terbentuknya forum anak dengan nama sementara FABJ itu akan diikuti pembentukan kepengurusan, penyusunan program kerja serta penyiapan administrasi. Pemerintah Desa Bonto Jai maupun FABT berharap hal itu segera dilakukan.

Dengan begitu aplikasi berupa kegiatan yang sudah lebih awal mendapat angin segar melalui penganggaran di desa itu juga bisa cepat dilaksanakan. Kades Bonto Jai kepada AMBAE berdalih itu bagian upaya mewujudkan Visi Misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng.

Diketahui ada 3 program unggulan Pemkab Bantaeng. Sementara target utamanya yakni peningkatan kualitas SDM hingga akhir periode kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin-H Sahabuddin di tahun 2023.