DIDAULAT JADI BUPATI SEHARI, CARA KHAIRATI MEMOTIVASI ANAK DOMPU

39

Dompu~NTB Kla.id, Sejumlah Pimpinan OPD di Kabupaten Dompu, Senin (26/08~2019), wara wiri di Ruangan Bupati. Terlihat Seorang Anak menggunakan setelan jas lengkap dengan emblem Bupati.

Bak Seorang Bupati sungguhan, Siswi Kelas XI~IPA.3 SMA Negeri 1 Dompu bernama Baiq Nuri Khairati Sholihah itu, melayani kunjungan sejumlah Pimpinan OPD, bahkan menandatangani sejumlah berkas.

Khairati, didampingi sejumlah Ajudan Bupati Sehari. Cinta Ridha Syasmita dan Ahmad Fauzan yang sama~sama Siswa/Siswi SMA Negeri 1 Dompu mengawal Bupati Sehari.

Sungguh berkesan, karena Khairati diperlakukan layaknya Bupati sungguhan. Khairati adalah Anak yang dipilih untuk jadi Bupati Sehari, bagian dari Program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kabupaten Dompu dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Dompu.

“Menghindari narkoba, karena narkoba membuat orang tidak pintar,” kata Khairati saat dimintai kesan dan pesannya sebagai Bupati Sehari.

Aksi Khairati makin seru, karena dia didampingi langsung Sang Khalifah Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin.

“Kita boleh tidak punya uang, kita boleh saja tidak punya fasilitas, tapi kalau kita punya semangat dan motivasi maka cita~cita bisa tercapai,” ujar Bupati HBY memberi semangat.

Bupati yang akrab disapa Profesor Jagung itu mengatakan, menjadi Bupati Sehari adalah cara memotivasi anak. Baginya, anak~anak inilah generasi pemimpin masa depan.

“mereka harus punya semangat. Karena secara alamiah pergantian bupati itu dilakukan berdasarkan periode, maupun usia.” imbuhnya.

Sebagaimana seorang Bupati sungguhan, ia melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Seorang Bupati.
Pada Senin (26/08~2019) ia hadir di Kantor Pemerintah Daerah Dompu Gedung Paruga Parenta.
Sesaat kemudian Bupati Khairati menerima kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM.,M.M.Kes.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melaporkan sejumlah persoalan kesehatan yang masih terjadi di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini. Di antaranya masalah stunting, gizi buruk, kasus rabies serta perlu terlaksananya Posyandu Keluarga.

Dalam arahannya Bupati Khairati menegaskan agar Dinas Kesehatan bersinergi dengan Instansi terkait untuk mengatasi persoalan~persoalan kesehatan yang masih terjadi.
Beberapa saat kemudian, Bupati Khairati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, H. Agus Bukhari, SH memimpin Rapat Koordinasi dengan para Pimpinan OPD membahas tentang kepemilikan akte kelahiran, persoalan gizi buruk yang menjadi penyebab terjadinya stunting dan kasus bully bagi anak~anak sekolah.

Usai Rakor Bupati Sehari kelahiran Dompu, 14 Maret 2003 ini  menerima kehadiran Kapala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE.,M.Si dan para Anggota Forum Anak Dompu (FAD) yang melaporkan tentang berbagai persoalan anak yang masih terjadi di Daerah ini. Salah satunya masalah bully membully yang masih terjadi di kalangan anak~anak sekolah.
Salah satu Anggota FAD melaporkan Guru Bimbingan Konseling (BK) masih dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi anak sekolah karena kesannya ibarat pengadilan. Karena itu FAD mengusulkan kepada Bupati Khairati agar memberikan Pelatihan Khusus bagi Guru BK agar bisa dekat dengan anak~anak.
“Guru BK harusnya menjadi tempat curhat bagi anak~anak bukan sebagai tempat yang menakutkan,” lapornya.

Bupati HBY nampak well come memberikan kesempatan kepada Bupati Sehari itu untuk menempati posisinya dalam sehari itu.
“Ibu Bupati saya mau numpang masuk toilet,” seloroh HBY sembari berjalan menuju ke arah toilet yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Bupati Khairati.

Layaknya Bupati sesungguhnya, ia duduk di meja kerjanya Bupati Drs. H. Bambang M. Yasin. Setelah itu menerima kehadiran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menyampaikan laporan, bahkan memimpin rapat koordinasi. Para Kepala Dinas juga terlihat serius melaporkan persoalan-persoalan yang terjadi sebagaimana kepada bupati sesungguhnya. Demikian pula Bupati  Sehari yang familiar disapa Ati ini seolah Bupati sebenarnya ia memberikan arahan~arahan kepada para pimpinan OPD itu usai mendengarkan laporan.

Uniknya Bupati Khairati juga memiliki ajudan pribadi yang diperankan oleh Ahmad Fauzan (Ozan), Siswa Kelas XI~IPA.1 dan Cinta Ridha Syasmitha, Siswi Kelas X~IPA.1 di SMA yang sama. Sebagaimana Sistem Protokoler yang ada di Kantor Pemerintah Daerah pada umumnya,  Pejabat yang ingin menghadap Bupati Khairati harus melapor dulu pada Sang Ajudan baru diteruskan pada Bupati.

Sekitar pukul 11.00 Bupati Khairati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, M. Si melakukan kunjungan di 3 (tiga) lokasi, yakni di SDN 07 Woja, Puskesmas Dompu Barat, dan Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dompu.

Di SDN 07 Woja, Bupati Khairati disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Juraid Yusuf, S. Pd beserta para guru dan ratusan siswa-siswi di sekolah favorit di Kecamatan Woja itu.
Siswa-siswi yang berjumlah 326 anak di sekolah ini bergantian melakukan foto bersama dengan Bupati Khairati. Bahkan mereka berebutan menyerahkan kertas untuk meminta tanda tangan sang bupati sehari kelahiran Dompu, 14 Maret 2003 ini hingga membuatnya kewalahan melayaninya.

Di Puskesmas Dompu Barat, Bupati Khairati disambut dengan gembira oleh Kepala Puskesmas Dompu Barat, Mujakir, SKM beserta para Dokter, dan Tenaga Kesehatan yang bertugas di Puskesmas Dompu Barat ini.
Sebagaimana kepada Bupati sesungguhnya, Kepala Puskesmas Mujakir menyampaikan laporan terhadap penanganan kesehatan yang dilaksanakan serta kendala~kendala yang dihadapi.
“Harapan kami karena tugas Tenaga Kesehatan itu berat dan berisiko, mohon tunjangan kesehatan diperhatikan Ibu Bupati,” usul Mujakir.

Bupati Khairati berharap ada perhatian khusus terhadap pasien anak~anak yang dijawab Kepala Puskesmas Mujakir bahwa hal tersebut menjadi prioritas di Puskesmas Ramah Anak ini.
“Pasien anak kami pisahkan dengan pasien orang tua sehingga mereka tidak lagi pulang ke rumah  bawa penyakit,” kata Mujakir.

Di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Bupati Khairati juga disambut hangat oleh Sekretaris, Drs. Nazaruddin, Kabid Layanan Otomasi dan Pelestarian Bahan Pustaka, Ratih Dewanti, BA dan staf lainnya. Bupati Khairati memasuki ruang baca dan menyapa para pengunjung yang sedang membaca buku. Bahkan menyempatkan untuk meninjau bangunan ruangan baca yang sedang dalam proses pembangunan.

Bagaimana perasaan putri ketiga pasangan Lalu Muhammad Nur, SH dan Siti Nurliana, SH menjadi Bupati Dompu sehari ?
“Saya merasa senang dan bangga karena pada pagi tadi di sekolah saya dilepas oleh Kepala Sekolah, Guru~Guru dan teman~teman sekolah. Apalagi saya bisa dekat dan kenal dengan orang~orang hebat,” katanya usai melakoni aktivitas menjadi Bupati Dompu sehari itu.

Ia mengaku menjadi seorang Bupati itu tidak semudah yang ia bayangkan. Karena banyak persoalan~persoalan masyarakat yang harus diatasi.
“Saya pikir menjadi Bupati itu hanya cukup memberi arahan~arahan kepada bawahan~bawahannya. Ternyata menjadi Bupati itu mentalnya harus kuat menerima keluh kesah dari masyarakatnya dan harus memikirkan solusi~solusinya yang akan diberikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ketua Forum Anak Dompu (FAD), Nurrauhan Rahmad (Yuan) mengungkapkan penetapan Baiq Nuri Khairati Sholihah menjadi Bupati Dompu sehari merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan oleh FAD mulai dari penulisan essay, seleksi video pendek berdurasi 90 detik dan tes wawancara. Belasan anak mengikuti seleksi tersebut.
Pada seleksi pembuatan essay, peserta diberi pertanyaan seandainya menjadi Bupati Dompu apakah komitmennya untuk pemenuhan hak~hak anak dan perlindungan terhadap anak ? Selanjutnya pada seleksi video, para peserta membuat video yang berisi pemaparan tentang komitmennya seandainya menjadi Bupati Dompu dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Sedangkan proses wawancara untuk menguji apakah karya tulis essay dan video itu benar~benar hasil karya sendiri.
“Melalui kegiatan Sehari Menjadi Bupati Dompu ini kami ingin anak~anak Dompu sebagai generasi milenial memiliki mental kepemimpinan (leadership) mengingat era globalisasi dan revolusi industri 4.0 sudah berkembang pesat tentunya hal~hal yang berkaitan dengan kepemimpinan harus kita tanamkan sedini mungkin,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE,M.Si mengatakan kegiatan Sehari Menjadi Bupati Dompu merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Dompu yang acara puncaknya digelar di Lapangan Beringin depan Pendopo Bupati Dompu, Rabu, (28/08~2019).

Untuk diketahui Baiq Nuri Khairati Sholihah yang menjadi Bupati Dompu Sehari ini adalah putri ketiga dari Lalu Muhammad Nur dan Siti Nurliana. Keduanya adalah Panitera Pengganti di PN Dompu.
“Saya sangat merasa bangga anak saya menjadi Bupati Dompu Sehari,” kata sang ibu, Siti Nurliana   [Yd/DP3A Dpu]