Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah Menggelarkan Kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Rokok Bagi Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)

116

Palangkaraya (kla.id) –Selain pemenuhan gizi yang seimbang, dalam proses tumbuh-kembangnya anak harus dilindungi dari ancaman yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatannya seperti asap rokok. Asap rokok mengandung zat racun seperti tar, nikotin, karbon monoksida, arsenik, hydrogen sianida, dll. Anak dan balita lebih memiliki risiko tinggi terhadap dampak buruk dari asap rokok karena mempunyai sistem imun dan alat pernafasan yang masih berkembang dan rentan terhadap penyakit. Menurut data Kemenkes RI (2016), terjadi peningkatan prevalensi perokok aktif di Indonesia menjadi 36,3%. Tingginya angka prevalensi perokok ini berimplikasi pada paparan asap rokok pada balita dan anak. Sebanyak 97 juta orang di Indonesia telah terpapar asap rokok dan 43 juta diantaranya adalah anak-anak serta 11,4 juta diantaranya berusia 0-4 tahun (Ditjen P2PL Kemkes, 2013). Tidak hanya perokok di usia dewasa, saat ini anak Indonesian telah diancam, oleh persoalan rokok. Lebih dari 30% anak Indonesia mulai merokok sebelum usia 10 tahun (Data Atlas Pengendalian Tembakau ASEAN, 2016). Tingginya angka anak Indonesia yang telah menjadi perokok aktif ini mengancam masa depan Indonesia. Dampak negatif dari merokok akan dirasakan 10-15 tahun yang akan mendatang, sehingga dapat mengancam bonus demografi Indonesia di tahun 2045. Untuk itu, anak sejak dini memerlukan informasi terkait kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan dirinya kelak menjadi calon orangtua yang sehat dan bertanggungjawab Sedangkan anak di usia sekolah menengah merupakan garda terdepan dalam mengkampanyekan kesehatan reproduksi dan bahaya rokok yang disampaikan dalam sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah dihadapan para peserta Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Rokok Bagi Anak  Sebagai Pelopor dan Pelapor(2P) di hotel aquarius tanggal (11/04)’.

Dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya rokok dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada Anak dan remaja dan meningkatkan peran keluarga dan anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dalam pemenuhan hak anak atasbebas dari asap rokok, dan kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta dan narasumber berjumlah 3 (tiga) orang yang berasal dari Kementerian PP PA RI  Drs. Hendra Jamal’s M.Si materi yang disampaikan Menjadi Anak Indonesia Hebat Tanpa Rokok , Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr. Ferry Irawan, MPH Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Anak dan Remaja dan Narasumber Daerah Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Barito Selatan Drs. Suriadi Kurnain materi yang disampaikan Pendewasaan Usia Perkawinan.

Kegiatan ini didukung oleh Kabid Pemenuhan Hak Anak Atas Kesejahteraan KPPPA RI Drs. Hendra Jamal’s M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan  Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah dr. ADM. TANGKUDUNG, M.Si, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr. Feri Irawan.,M.Ph, Kabid Pemenuhan Hak Anak Bidang Kesejahteraan Kementerian PP dan PA RI Anita Putri Bungsu, S.Si. Peserta sebanyak 100 orang yang terdiri dari Anggota Forum Anak Daerah, Organisasi/Perkumpulan Anak dan Siswa-siswi SMP, SMA/ Sederajat. Kegiatan ini dibebankan pada DIPA Satker (664979) Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Tahun Anggaran 2019 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Rokok Bagi Anak  Sebagai Pelopor dan Pelapor(2P) dapat memberikan informasi tentang pemahaman tentang bahaya rokok dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada Anak dan remaja dan meningkatkan peran keluarga dan anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dalam pemenuhan hak anak atas bebas dari asap rokok, dan kesehatan reproduksi(Revika, A.Md)