DP3A Maros Melaksanakan Sosialisasi Penerapan SRA

277

Maros (kla.id)

Kadis P3A Maros beraama narasumber

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Maros melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dilaksanakan di Baruga Kantor Bupati Maros (Senin, 10 Sepetember 2018).

Kegiatan ini dihadiri 100 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK serta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros.

Kegiatan dibuka oleh Kepala DP3A Kabupaten Maros Idrus yang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros terus berupaya untuk melakukan upaya meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan mendorong Sekolah Ramah Anak sebagai salah satu indikator dalam mewujudkan KLA. Kabupaten Maros telah memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama pada peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2018 yang lalu di Surabaya, dan diharapkan dapat meningkat ke Kategori Madya pada Tahun 2019 yang salah satu Indikatornya adalah penerapan SRA di seluruh tingkatan satuan pendidikan.

“SRA merupakan upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua warga sekolah baik siswa, pendidik, tenaga kependidikan dan warga sekolah lainnya. Sekolah menjadi rumah kedua bagi warga sekolah sehingga sekolah menjadi lingkungan yang dirindukan oleh seluruh warga sekolah sehingga menghasilkan siswa yang berkarakter dan berprestasi. SRA juga diharapkan menjadi salah satu strategi dalam upaya memutus mata rantai kekerasan, baik di lingkungan satuan pendidikan maupun lingkungan masyarakat, ujar Idrus.

Nur Anti Kabid PHPA DP3A Prov Sul Sel

Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan ini yaitu Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3A Provinsi Sulawesi Selatan Nur Anti yang membawakan materi Regulasi terkait SRA.

Nur Anti menyampaikan bahwa inti sekolah ramah anak bukan membangun sekolah baru, tetapi mengkondisikan sekolah menjadi tempat yang kondusif bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindungi anak selama berada di sekolah.

Sosialisasi juga dihadiri Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Selatan Adnan dengan membawakan materi Pemenuhan Hak Anak di Sekolah dan penyampaian materi dari Fasilitator Nasional SRA untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur Bagus Dibyo Sumantri tentang Penerapan Disiplin Positif di satuan pendidikan.

Bagus Dibyo Sumantri Fasilitator SRA

Bagus menyampaikan bahwa untuk mendorong terciptanya siswa yang bertanggung jawab, disiplin dan tangguh penerapan aturan di sekolah sudah bukan jamannya pemberlakuan ancaman, hukuman dan sanksi pada siswa.
“Penerapan disiplin positive akan menumbuhkan kesadaran anak jika melakukan kesalahan, tanpa merendahkan martabat anak. Tumbuh rasa tanggung jawab dan motivasi untuk memperbaiki kesalahan” ujar Bagus yang juga Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Kabupaten Maros.

Sekolah Ramah Anak (SRA) mendorong satuan pendidikan menjamin tersedianya kepentingan terbaik untuk anak. 1/3 waktu anak berada di sekolah dan perlu kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Bagus berharap segera dibentuk Sekretariat Bersama SRA untuk mendorong dan mengevaluasi pelaksanaan SRA di Kabupaten Maros.

Materi Regulasi SRA oleh Nur Anti Kabid PHPA DP3A Prov Sul Sel

Kegiatan ini mendapat respon dari peserta dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber. Kepala DP3A Kabupaten Maros berharap kegiatan sosialisasi dapat dilanjutkan di sekolah masing-masing dengan menghadirkan seluruh pendidik, tenaga kependidikan, siswa, komite sekolah dan warga sekolah lainnya seperti petugas keamanan atau satpam dan pengurus kantin sekolah untuk selanjutnya melakukan komitmen bersama untuk mewujudkan SRA.