DP3AP2KB Kabupaten Bulungan: Sosialisasi dan Pembentukan Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kecamatan Tanjung Selor

18

Bulungan (kla.id) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (28/09/2018).
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Camat Tanjung Selor Errin Wiranda, SE beserta staff, Suhartuti selaku Lurah Tanjung Selor Hulu, Fibtin Nasnunu, S.IP selaku Lurah Tanjung Selor Hilir, Rukina Marto, Amd selaku Lurah Tanjung Selor Timur, Zumiati selaku Lurah Tanjung Selor Desa Jelarai Selor, Winarto selaku Kepala Desa Bumi Rahayu, Al Hakim, S.Pd selaku Kepala Desa Gunung Sari, Zainuddin. A selaku Kepala Desa Apung, Sekretaris PKK Kecamatan Tanjung Selor, Aktivis PATBM Desa Jelarai, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat sekitar.
Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Selor.
Tujuan dari sosialisasi adalah untuk melindungi korban-korban kekerasan dalam hal ini yang sering menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak. Selain terkait dengan instanis atau organisasi kelompok, organisasi ini juga berkaitan juga dengan individu secara langsung yang juga memiliki tujuan yang sama yaitu melindungi korban kekerasan dan ingin melakukan pencegahan juga terhadap hal tersebut.
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Arif Jauhar Tontowi, ST.MM selaku Fasilitator PATBM Provinsi Kalimantan Utara dengan materinya Peran Masyarakat Dalam Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Anak dan YB Prih Muji Darmawan, S.Psi selaku selaku Staf Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bulungan sebagai narasumber Dekela.
Dalam materinya Dr. Arif Jauhar Tontowi, ST.MM mengatakan “PATBM adalah sebuah jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terpadu untuk mencapai tujuan perlindungan anak, selain itu tujuan dari PATBM mencegah kekerasan terhadap anak dan menanggapi kekerasan (respon cepat)” ujarnya.
Pada sesi berikutnya YB Prih Muji Darmawan, S.Psi mengatakan “DEKELA adalah pembangunan desa/kelurahan yang menyatukan komitmen dan sumberdaya pemerintah yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha yang berada di desa/kelurahan dalam rangka mempromosikan, melindungi, memenuhi dan menghormati hak-hak anak yang direncanakan secara sadar dan berkelanjutan” ucapnya.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga diadakan Komitmen Bersama Tentang Gerakan Pengembangan Desa/Kelurahan Layak Anak (Gerbang DEKELA) di Kecamatan Tanjung Selor.
Selanjutnya kegiatan di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.