Dryer dan RMU Siap Berfungsi

27

TANJUNG SELOR (kla.id) – Mesin Pengering (Dryer) serta pengilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur saat ini telah siap untuk difungsikan, Bupati Bulungan H Sudjati berserta instansi terkait pun telah meninjaunya, Kamis (16/5).

Dikatakan bupati sebelumnya telah tersedia rumah vertikal dryer, yang merupakan bantuan dari provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), kemudian untuk menunjang kegiatan pertanian di desa tersebut, Pemkab Bulungan pun melengkapinya dengan mesin pengering kemudian ditambah dengan mesing penggiling serta rumah mesin.

“Hari ini (Kamis, Red) telah kami tinjau, mesinnya sudah datang dan telah selesai dirakit bahkan telah diuji coba sebentar,” ungkapnya, Kamis (16/5).

Ia menyebutkan, mesing pengering padi itu sendiri berkapasitas 5 ton per 6 jam, sementara mesin penggilingnya sendiri berkapasitas 1,5 ton hingga 2 ton per jam, yang dikatakannya telah siap digunakan oleh para petani.

“Jadi semua itu berada dalam satu kawasan, dimana tak jauh dari lokasi cetak sawah yang ada di desa tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan dengan adanya fasilitas tersebut maka dapat tercipta sistem pergudangan yang terintegasi antara pengering dan penggilingan. Bahkan kata dia di bangunan tersebut bisa langsung dilakukan pengemasan.

“Ada timbangan digital yang bisa dimanfaatkan, sehingga bisa langsung dikemas,” terangnya.

Dirinya juga berharap agar dapat lebih efektif dan efisien mulai dari gabah hingga menjadi beras dalam sekali alur dan terintegrasi, sehingganya Bulungan pun memiliki produk tersendiri dalam hal pertanian.

“Dengan adanya fasilitas ini Insya Allah akan bisa menghasilkan produk pertanian, utamanya beras yang baik,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Bulungan Achmad Yani, proses agar bisa menjadi kemasan, padi yang telah dipanen oleh petani terlebih dahulu harus dikeringkan di mesin dryer, setelah benar-benar kering barulah padi digiling kemudian hasilnya bisa langsung dikemas.

Ia menyebutkan untuk cetak sawah sendiri di Desa Sajau Hilir itu ada sebesar 400 hektare (Ha), jika saja produktifitasnya bisa mencapai 5 ton per hektare, maka bisa menghasilkan gabah sebanyak 2.000 ton setiap musim panen.

“Dengan estimasi jumlah yang lumayan besar, untuk pengelolaannya dirasa fasilitas yang ada saat ini masih kurang, untuk itu kedepan kita juga akan upayakan lakukan penambahan mesin atau nanti memikirkan alternatif lain agar bisa dikerjakan dengan maksimal,” ungkapnya mengakhiri. (MC Bulungan/slu)