DUKUNGAN STAKEHOLDERS TERHADAP INOVASI DINAS PPPA KABUPATEN DOMPU “GARDU TANGKAS PERAK”

31

Dompu~NTB Kla.id, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu yang dimotori oleh Kepala Dinasnya Hj. Daryati Kustilawati, SE.,M.Si, meluncurkan Program Inovasi Akselerasi Pencegahan Tindakan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Dompu Berbasis GARDU TANGKAS PERAK.

GARDU TANGKAS PERAK (Gerakan Terpadu Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak) adalah Suatu Gerakan yang dilaksanakan oleh Masyarakat, dari Masyarakat dan untuk Masyarakat guna mewujudkan Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak melalui ketersediaan Wadah Kegiatan Layanan Fisik, Informasi, Rujukan, Konsultasi dan Advokasi bagi Perempuan dan Anak yang mengalami Tindak Kekerasan.

Perempuan dan Anak menjadi kelompok paling rentan dari tindakan kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya. Sebagai langkah Strategis dalam membantu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan untuk mendapatkan layanan yang cepat dan responsif terhadap kebutuhan korban, Tahun 2019 ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu meluncurkan Program Inovasinya Program Akselerasi Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Dompu Berbasis GARDU TANGKAS PERAK.

“Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Dompu, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu bertanggung jawab dalam memastikan korban mendapatkan layanan yang dibutuhkan, baik medis, psikologis dan bantuan hukum dalam upaya pemulihan kondisinya. Namun, kendala lokasi korban dan Lembaga Layanan menjadi salah satu kendala dalam pemberian layanan penyelesaian kepada perempuan dan anak korban, sehingga keberadaan Satgas GARDU TANGKAS PERAK diharapkan menjadi garda terdepan untuk membantu korban segera mendapatkan layanan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan komitmen Satgas GARDU TANGKAS PERAK untuk menjadi bagian dan menjadi Partner  Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam melakukan upaya perlindungan kepada perempuan dan anak,” tutur Umi Yat selaku Kepala Dinas PPPA Kabupaten Dompu, ketika ditemui Dompu NTB Kla.id diruang kerjanya, Jum’at (27/09~2019) kemarin.

Hj. Daryati Kustilawati menaruh harapan besar terhadap keberadaan Satgas GARDU TANGKAS PERAK. Daryati mengatakan Satgas GARDU TANGKAS PERAK akan menjadi ujung tombak dalam Perlindungan Perempuan dan Anak,  tidak saja membantu saat ada korban namun juga berperan besar dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya kekerasan.
“Saya melihat peningkatan Satgas GARDU TANGKAS PERAK menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki semangat, tanggung jawab dan kepedulian untuk dapat mencegah dan menekan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di sekitarnya. Oleh karena itu, Satgas GARDU TANGKAS PERAK harus kita maksimalkan perannya sebagai “Kader / Fasilitator / Aktivis” dalam melakukan pencegahan dan respon dini terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutur Umi Yat.

Dalam melaksanakan Program Inovasi Akselerasi Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Dompu Berbasis GARDU TANGKAS PERAK, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Dompu mendapat dukungan dari Stakeholders guna dapat mewujudkan Program tersebut dalam penurunan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan Anak di Kabupaten Dompu maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya.
Stakeholder yang memberikan dukungan, yakni :
(1) Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia;
(2) Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia;
(3) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Nusa Tenggara Barat;
(4) Kepala Kejaksaan Negeri Dompu;
(5) Kepala Kepolisian Resort Dompu;
(6) Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Dompu;
(7) Koordinator Research Center Komisi Nasional Perempuan Republik Indonesia;
(8) Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan YAPIS Dompu; dan
(9) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kabupaten Dompu.

Satgas GARDU TANGKAS PERAK berperan untuk membantu dalam mencegah, menjangkau dan mengidentifikasi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.      [Yd/DP3A Dpu]