FESTIVAL ADAT dan BUDAYA DOMPU UNTUK PERDAMAIAN

33

“Pranata Adat ini bertujuan agar semakin menumbuhkembangkan kecintaan keragaman budaya yang dikemas dalam Bhikeka Tunggal Ika”

Dompu~NTB Kla.id, Kabupaten Dompu sukses menggelar Kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya, Sabtu (03/08~2019). Kegiatan yang dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertinggal (PDT) dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Aysah Gamawati, MM dan Direktur Eksekutif Wahid Fondation, Mutjaba Hamdi, M.Si dihajatkan sebagai bagian dari pemupuk perdamaian dalam kerangka NKRI.

Festival adat dan budaya yang disiapkan Pemkab Dompu satu hari penuh yakni berupa Pameran Expo yang menyajikan sejumlah Aneka Sajian Makanan, Minuman Asli Produk Lokal. Kemudian dilanjutkan denga Pawai Budaya yang menampilkan pergelaran budaya rimpu dan adat dari sejumlah daerah. Sementara pada malam harinya sebagai bagian penutup dilaksanakan Festival Budaya yang keseluruhannya dipusatkan di Lapangan Beringin Pendopo Bupati Dompu.
Acara yang diikuti ribuan peserta tersebut mengusung tema budaya dan adat adalah sebagai perekat bangsa guna membangun perdamaian di Indonesia.

Dirjen PDT Aysah Gamawati pada kesempatan itu mengaku bangga dengan Pemkab Dompu yang masyarakatnya damai dengan bergandengan tangan dalam membangun daerah. Menurutnya, keberhasilan daerah dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan tergantung kekompakkan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah.
Untuk itu, perlu dibangun sinergitas kegiatan pembangunan yang berbasis budaya bersama elemen masyarakat, swasta, toga, toma dan tokoh adat dalam membangun daerah, sehingga tercipta kesejahteraan dan kedamaian ditengah~tengah masyarakat.

Ia mengetahui Kabupaten Dompu sebelumnya merupakan daerah konflik, Namu keberhasilan pemerintah yang membawa kesejahteraan buat rakyat, sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik. Terbukti seperti yang dkatakan Pak Bupati (Bupati Dompu, red), dengan kenyangnya perut warga maka kehidupan akan kondusif dan aman, ungkapnya.

Lebih lanjut Aysah yang saat itu didamping Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) serta sejumlah Pejabat Teras lainnya berharap melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk Perdamaian dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali Forum Diskusi Desa guna terwujudnya ketahanan sosial ataupun ketahanan ekonomi serta ketahanan budaya melalui kearifan lokal.
Hal ini merupakan amanat Nawa~Cita Pertama yaitu “menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap Bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh Warga Negara”.

Sementara Nawa~Cita Ketiga, adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah~daerah juga desa dalam kerangka Negara Kesatuan”, ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai keberhasilan yang dicapai Kabupaten Dompu yang telah berkesinambungan menunjang aktifitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup melalui Dana Desa.

“Pranata Adat ini bertujuan agar semakin menumbuhkembangkan kecintaan keragaman budaya yang dikemas dalam Bhineka Tunggal Ika” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Dompu menjelaskan sejumlah potensi~potensi terjadinya konflik di Dompu. Ia berharap kejadian kelam yang memiliki akses negatif bagi rakyat dan pertumbuhan pembangunan di daerah tidak terjadi lagi. Bila ada konflik, menurutnya pasti tidak bisa berbuat apa~apa. Makanya diingatkan harus selalu menjaga keamanan dan ketertiban melalui upaya menciptakan program yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Karena lewat program tersebut, akan memiliki kegiatan yang bermanfaat.

“Salah satu indikator masyarakat yang sejahtera itu adalh jauh lebih nyaman dan selalu melestarikan budaya, lewat program pemerintah” tandasnya.

Menanggapi Sektor Keamanan, Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, SIK.,MIK, yang ikut hadir pada kesempatan itu menjelaskan, “keamanan di Dompu akan tercipta bila melibatkan semua pihak”. Konflik tidak akan ada jika masing~masing Babinkamtibmas dan Babinsa yang ada dimasing~masing desa diberdayakan dan didukung semua pihak”, kata Kapolres.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtab Hamidi mengatakan, “kegiatan festival yang digelar Pemerintah dan Masyarakat Dompu merupakan basis sosial budaya dalam meneguhkan solidaritas bangsa yang berbhineka, karena dengan kuatnya kebudayaan lokal dan pranata adat dapat menopang pemerataan pembangunan.

“Bagi kami Wahid Foundation merawat kebhinekaan, koleksi sosial dan pemerataan sosial tidak akan dapat dipisahkan, sehingga konflik sosial tidak akan ada”, Ujarnya¬† [Umi Som/DP3A Dpu]