“GARDU TANGKAS PERAK” TANGANI KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI DOMPU

43

Dompu~NTB Kla.id, Lingkungan yang penuh dengan kasih sayang akan sangat mendukung Tumbuh Kembang Anak oleh sebab itu anak harus dilindungi dari berbagai kekerasan seperti dalam rumah tangga, kekerasan di sekolah, eksploitasi fisik dan sosial, dan berbagai kekerasan lainnya.
Angka kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Dompu telah mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yaitu untuk Tahun 2017 = 155 Kasus, Tahun 2018 = 239 Kasus dan Tahun 2019 (s/d Bulan Juni) = 152 Kasus.

Pencegahan dan penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dilakukan secara parsial oleh masing-masing OPD terkait maupun pihak lainnya. Hal ini terjadi karena tidak adanya sebuah sistem yang dilakukan secara terintegrasi menyebabkan program tersebut tidak membawa pengaruh yang diharapkan.
Kekerasan dalam rumah tangga biasa disebut sebagai Hidden Crime yang telah memakan cukup banyak korban dari berbagai kalangan masyarakat. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan disebabkan oleh berbagai faktor. Sebagai akibatnya tidak hanya dialami oleh istri saja tetapi anak-anak jaga ikut mengalami penderitaan yang akan menimbukan trauma yang mendalam.

Identifikasi Masalah :
– Kondisi saat ini; (1) Tingginya tingkat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak; (2) Penanganan kasus diakukan secara parsial; (3) Belum ada wadah yang terintegrasi terutama di Tingkat Desa; dan (4) Tidak ada Laporan dari Desa/Kelurahan, sehingga ada keterlambatan penanganan
– G A P ; (1) Rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dini dan pelayanan terhadap kekerasan perempuan dan anak; (2) Tidak adanya wadah yang terintegrasi untuk penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak; dan (3) Rendahnya sinergitas antar stakeholder dalam menangani kasus
– Kondisi yang diharapkan ; (1) Menurunnya jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak; (2) Peningkatan penanganan secara terpadu; (3) Terbentuknya  wadah yang terintegrasi; dan (4) Menerima laporan dari Tingkat Desa/Kelurahan dan tertangani secara cepat

Strategi Inovasi Perubahan (Solusi) :
Dari kondisi dan harapan tersebut di atas maka inovasi yang dilakukan berupa Strategi Perlindungan Perempuan Dan Anak Melalui GARDU TANGKAS PERAK (Gerakan Terpadu Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak)

Tujuan ;
* Jangka Pendek ; (a) Terbentuknya Satgas percontohan di tingkat desa/Kel. Yang menangani kasus secara terpadu; (b) Tersedianya fasilitas rumah pelayanan perlindungan perempuan dan anak di Lingkungan Bali bunga, Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, sebagai home shelter (rumah perlindungan) dengan nama RUMAH PERAK (Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak ) sebagai proyek percontohan; (c) Pencanangan rumah pelayanan konsultasi; (d) pelatihan personil satgas dan/atau petugas Home Shelter yang menjadi proyek percontohan; (e) Terlaksananya pelayanan secara terintegrasi oleh stakeholder terkait dalam hal perlindungan dan penanganan kasus; dan (f) Deklarasi Desa/Kelurahan kandai Gardu Tangkas Perak
* Jangka Menengah ; (a) Sosialisasi Kegiatan Stategi Perlindungan Perempuan dan Anak melalui gardu tangkas di setiap Kecamatan dan Desa/Kelurahan; dan (b) Meningkatkan pemahaman masyarakat untuk berpartisipasi terhadap kegiatan gardu tangkas Perak
* Jangka Panjang ; (a) Terbentuknya Peraturan Daerah tentang Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Gardu tangkas perak di Kabupaten Dompu ; (b) Terbentuknya satgas dan adanya sinergitas dalam rangka perlindungan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak permanen di tiap Kecamatan; (c) Adanya sinergitas stakeholder dalam penanganan kasus dan perlindungan perempuan dan anak; dan (d) Semua Desa telah melalukan Deklarasi  Gardu Tangkas Perak

Manfaat yang diharapkan ; a. Penurunan tingkat korban kekerasan serta dampak akibat kekerasan; b. Peningkatan pelayanan penanganan kekerasan dan perlindungan perempuan dan anak; c. Mengubah pola pikir masyarakat tentang kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak; d. Optimalisasi sinergitas seluruh stake holder dalam penanganan kasus kekerasan; dan e. Terlaksananya penanganan kekerasan & perlindungan perempuan dan anak melalui pembinaan imtaq

KUNCI KEBERHASILAN (HARUS BISA DIUKUR / MEASURABLE) ;
1. Keterlibatan stakeholder dalam penanganan kasus kekerasan secara terpadu dan bersinergi
2. Terbentuknya satgas di tingkat desa.
3. Memiliki wadah di tingkat desa sebagai media pelayanan penanganan dan pembinaan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait
4. Membaiknya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan dan perlindungan anak

Faktor Pendukung Keberhasilan ;
a. Partisipasi aktif stakeholder terkait
b. Wadah RUMAH PERAK sebagai media mewujudkan sinergitas penanggulangan kekerasan dan perlindungan secara terpadu
c. Personil Satgas yang memiliki Sumber daya manusia yang berkualitas dan berjiwa sosial tinggi
d. Kepedulian masyarakat terhadap pencegahan kekerasan dan perlindungan perempuan dan anak  [Nia/DP3A Dpu]