Gebyar Hari Anak Nasional Tingkat Kota Jambi 2019

42

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi menggelar Gebyar Hari Anak Nasional, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG). Acara berlangsung di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi, Rabu (18/9). Kegiatan tingkat Kota Jambi tahun 2019 tersebut mengangkat tema “Kita Anak Indonesia Kita Gembira”.

Gebyar Hari Anak Nasional kemarin dihadiri Ketua TP PKK Kota Jambi Hj. Yuliana Fasha, M.Si.Ak.CA, Ketua GOW Kota Jambi DR. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, Ketua DWP Kota Jambi Hj. Choirianti Budidaya, SH, Asisten III Setda Kota Jambi H. Obliyani, S.Sos.ME, para Kepala OPD Pemerintah Kota Jambi dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia Kota Jambi (APSAI) serta anak-anak PAUD, TK, SD, SMP dan SMA kota Jambi.

Walikota Jambi yang diwakilkan Wakil Walikota Jambi DR.dr. Maulana, MKM dalam sambutannya mengatakan tujuan Hari Anak Nasional (HAN) adalah memunculkan kepedulian semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak termasuk arti penting peningkatan kualitas anak melalui pola pengasuhan yang berkualitas. Hal ini senada dengan tema Peringatan HAN 2019 yaitu “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”.

“Melalui tema ini kita semua ingin membangkitkan kepedulian, kesadaran, dan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, berwawasan keterampilan, dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Keluarga sebagai pengasuh pertama dan utama bagi anak-anak harus benar-benar menjadi pelindung. Keluarga harus mengerti cara mengasuh dan memenuhi hak anak. Dengan demikian, kualitas keluarga merupakan kunci pembentukan karakter anak-anak kita”, kata dr. Maulana.

Serangkaian acara kegiatan yang digelar pada Gebyar Hari Anak Nasional menampilkan operet dari anak-anak  difabel binaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Soedewi Kota Jambi memukau seluruh tamu yang hadir dalam acara tersebut, tema yang diangkat dalam operet tersebut berhasil mengundang tetes air mata tamu undangan yang hadir. Dalam operet yang di tampilkan anak-anak difabel tersebut mengangkat cerita isi hati dari seorang anak difabel yang memiliki keterbatasan tak bisa berjalan dan memiliki tangan yang tak sempurna. Ia malu terhadap teman-temannya yang memiliki kesempurnaan secara fisik, Ia malu menjadi bahan olok-olok’an teman-temannya.

Namun berkat semangat yang diberikan teman yang memiliki nasib yang sama sepertinya, (yang tidak memiliki kesempurnaan secara fisik). Ia yakin akan mampu menggapai cita-citanya dan yakin bahwa keterbatasan fisik tidak akan membatasi mimpi-mimpi dan cita-citanya. Karena setiap manusia dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Gebyar hari anak nasional kota Jambi turut dimeriahkan dengan penampilan tarian anak suku anak dalam yang mencerminkan kearifan lokal dan keseharian anak-anak suku anak dalam saat bermain dimasa kecil. Serta juga ditampilkan ‘dance robokop’ dari anak-anak binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas IIB Muarabulian. Melalui penampilan dance tersebut membuktikan bahwa anak-anak binaan dapat berubah menjadi lebih baik dan dapat berkreasi.

Gebyar hari anak nasional Tingkat Kota Jambi tersebut dibuka dengan penampilan musik tradisi yang dibawakan oleh siswa SMP N 4 kota Jambi yang berkolaborasi dengan paduan suara SMP N 1 Kota Jambi.

Pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Jambi ini dirangkaikan dengan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke XVI dan Gelar Teknologi Tepat Guna ke XXI Tingkat Kota Jambi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi drg. Irawati Sukandar, M.Kes mengatakan tujuan pelaksanaan Gebyar Hari Anak Nasional, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam pembangunan.

“Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif keluarga tentang pentingnya peningkatan kualitas anak melalui peningkatan pengasuhan keluarga yang berkualitas. Karena peran keluarga sangat penting dalam perlindungan anak”, kata Irawati.