Gelar Mubes 2018, FABT Segera Ramaikan Ramadhan 1439 H

238
Mubes FABT programkan Pentas Seni Islami untuk meramaikan bulan suci Ramadhan 1439 H.
Pengurus dan Pembina FABT foto bersama usai pembukaan Mubes di Gedung PKK Kabupaten Banteng (20/05/18).

Bantaeng (kla.id)

Minggu (20/05/2018). Ramadhan bulan dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Bulan penuh keberkahan, di dalamnya menanti amalan tak terhingga menuju predikat Taqwa. Menjadikan kaum Muslim senantiasa berupaya menunaikan segala amalan ibadah wajib seperti Shalat, Puasa dan Zakat. Namun tak terbatas disitu, amalan-amalan sunnah pun diburu karena kesemuanya dilipat gandakan pahalanya di sisi Allah Swt.

Bagi anak Bantaeng yang tergabung dalam Forum Anak Butta Toa (FABT), Ramadhan bukan penghalang melaksanakan aktifitas organisasi meski sedang menahan lapar dan dahaga Sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Minggu (20/05/2018), FABT menggelar Musyawarah Besar (Mubes) bertempat di Gedung PKK Kabupaten Bantaeng di Jalan Gelatik Nomor 3 Bantaeng.

Merencanakan program kerja tahunan, Mubes ini diikuti seluruh pengurus FABT. Hadir pula Kabid P3A (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng yang juga Pembina FABT, Syamsuniar Malik dan Kasi Perlindungan Anak, Ramlah. Salah satu bahasan Mubes yakni program Assare 3.0 (Ajang Silaturahmi dan Share Rezeki) yang akan digelar untuk kali ketiga.

Melalui program tersebut beberapa lomba disiapkan seperti Indonesia Mencari Bakat se-Kabupaten Bantaeng. Diuraikan Ahmad Fathanah As’ad bahwa semua peserta akan menampilkan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Jika tahun sebelumnya tiap lomba terkesan mandiri, kali ini bakal dikemas dalam bentuk Pentas Seni Islami.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dimana tahun ini masuk gelaran kali ketiga sejak digagas tahun 2016. Demikian halnya Mubes rutin tiap tahun dengan tujuan untuk menghasilkan program kerja FABT yang akan dikerjakan selama satu tahun kedepannya.” jelas Ketua FABT, Muhammad Fadhli Tamsir.

Dirinya menekankan agar program kerja yang akan dilaksanakan tidak sekedar bertumpu pada program kerja inovatif dan kreatif. Program kerja ke depan haruslah berdampak besar bagi anak-anak. “Sekiranya tidak harus program kerja besar tapi kurang mengena kepada anak. Meski sederhana, akan lebih bagus jika langsung menyentuh anak dan punya tindak lanjut baik.” tegasnya.

Sementara itu Syamsuniar Malik saat membuka Mubes menyampaikan, “Semoga dengan dilaksanakannya Musyawarah Besar Forum Anak Butta Toa ini dapat menghasilkan program kerja yang inovatif dan lebih kreatif”, harapnya.
(AMBAE)