Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat tak terkecuali anak-anak Kita

193

Bulukumba, KLA.ID

Anggaran negara yang cukup besar dalam bidang kesehatan tidak sepenuhnya mampu memberikan jaminan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.
Saat ini, nilai lima persen dari total APBN Indonesia terserap masuk untuk membiayai sektor kesehatan. Bahkan saat ini anggaran yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan  mencapai enam puluh trilliun Rupiah.
Dari total anggaran di Kementerian Kesehatan itu, dua puluh lima trilliun Rupiah diantaranya dialokasikan untuk membayar biaya rumah sakit orang-orang yang tidak mampu.
“Angka itu ternyata belum cukup untuk mengentaskan masalah kesehatan Termasuk masalah kesehatan anak di Indonesia,” kata Syamsul Bachri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dalam acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) tingkat Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Desa Padalloang, Kecamatan Ujung Loe, Sabtu 4/8/2018.
Untuk itu, Legislator dari Partai Golkar itu meminta kepada seluruh masyarakat untuk berpola hidup sehat. Terkhusus bagi anak-anak kita, sekak dini dibiasakan untuk berpola hiduo sehat karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus lebih cerdas dari kita semua

Sementara itu, dr. Abdul Gaffar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba meminta kepada masyarakat di wilayah kerjanya untuk membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
“Mengkonsumsi sayur dan buah-buahan dengan perbandingan lima puluh persen dari jumlah makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba itU, dengan menekankan untuk membiasakan anak-anak makan sayuran, mengingat makin banyakmya makanam siap saji yang dijual dipasaran.
Menurut Abdul Gaffar, saat ini Kabupaten Bulukumba telah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Bahkan program itu sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu.
“Kegiatan GERMAS dilaksanakan dengan menggalakkan gerak fisik setiap hari minimal 30 menit. Makan buah dan sayur setiap hari sebanyak lima puluh persen dari total makanan yang dikonsumsi. Serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah. Apabila tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah melebihi standar maka sangat disarankan untuk menghindari makanan yang bisa memicu meningkatnya tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah,” papar Abdul Gaffar.
Hal senada disampaikan dr. R. Dedi Kuswenda dari Kementerian Kesehatan yang turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi GERMAS tersebut.
Menurutnya, penyakit-penyakit kronis umumnya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.
Untuk itu, dia berharap agar masyarakat membantu pemerintah untuk mewujudkan derajat kesehatan yang baik melalui pola hidup sehat sebagaimana paparan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba.
Kegiatan Sosialisasi GERMAS itu dihadiri masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, pemuda, beberapa Kepala Dinas dan dari Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan pernyataan dukungan pelaksanaan program GERMAS dari seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Bulukumba.
OPD yang terlibat dalam penandatanganan pernyataan dukungan GERMAS meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bappeda, Dikpora, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Diskominfo dan beberapa OPD lainnya.(Muhajir Ganie)