Gubernur Gaungkan Berantas Narkoba

121
Tarakan (kla.id) – Sebagai wilayah perbatasan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki kerentanan yang tinggi terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Berdasarkan data Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, pada 2018 tertangani sebanyak 340 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan seberat 88,642 kilogram. Narkoba yang paling mendominasi, adalah jenis sabu-sabu.

Memperhatikan kondisi tersebut, Gubernur Kaltara menilai bahwa upaya antisipasi peredaran narkoba sangatlah penting. Instansi terkait, dalam hal ini Polda juga Badan Narkotika Nasional (BNN) andilnya sangat diandalkan. “Saya berterima kasih kepada jajaran Polda juga BNN yang telah bekerja dengan baik dalam hal penanganan kasus tindak penyalahgunaan narkoba di Kaltara. Tak kalah penting, upaya pencegahan juga intens dilakukan. Tentunya, hal ini tak lepas dari peran pemerintah daerah dan kepedulian masyarakat,” kata Gubernur usai menyambut kedatangan kepala BNN RI Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Heru Winarko di Waving Gallery Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kamis (24/1).

Gubernur juga mengaku miris dengan kondisi yang ada. Sebabnya, Kaltara tercatat dalam 5 besar provinsi dengan tingkat kerawanan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. “Sasaran pengedar narkoba ini, adalah pelajar, bahkan pelajar SD. Untuk itu, saya mengimbau kepada para guru untuk dapat membantu orangtua menjaga kualitas kehidupan generasi muda di Kaltara, khususnya yang berada di wilayah perbatasan,” jelas Irianto.

Sekaitan dengan kunjungan kepala BNN RI, Gubernur berharap hal ini dapat menjadi motor bagi para penggiat pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kaltara untuk menjadikan Kaltara bebas narkoba.

Sebagai informasi, Kepala BNN RI sendiri melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Kaltara, sejak kemarin (24/1). Di antaranya Kota Tarakan dan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Ada sejumlah kegiatan dilakukan Kepala BNN RI dalam kunjungannya itu, diantaranya kuliah umum, tatap muka dengan jajaran pemerintah daerah, peninjauan wilayah perbatasan dan lainnya.

(humas)