Gubernur Nurdin Abdullah Kukuhkan Isterinya Jadi Bunda PAUD SulSel

231

Pengukuhan Bunda PAUD SulSel dirangkaian Rakor Bunda PAUD Tingkat SulSel dan Gebyar PAUD SulSel.
Gubernur dan Bunda PAUD SulSel berbincang sebelum pengukuhan berlangsung (17/10/2018).

Makassar (kla.id)

Makassar, Rabu (17/10). Hj Liestiaty F Nurdin yang pernah menjabat sebagai Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Bantaeng selama 10 tahun, kini naik kelas menjadi Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel). Ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan yang berlangsung di Ballroom Hotel Maxone, Makassar, Rabu, 17 Oktober 2018.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut dilakukan Gubernur SulSel, H M Nurdin Abdullah. Dihadiri para Bunda PAUD se- SulSel. Dan juga ratusan anak didik PAUD perwakilan Kabupaten/Kota di SulSel.

“Dengan ucapan Bismillahir Rahmanir Rahmani, Saya Gubernur Sulawesi Selatan, melantik dan mengukuhkan Liestiaty F Nurdin sebagai Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan”, ucap Gubernur SulSel.

Gubernur yang akrab disapa “Pak Prof” itu tampak lebih ceria saat pengukuhan. Betapa tidak, dirinya melantik Ibu yang melahirkan 3 orang anaknya.

Lies, berikut sapaannya adalah seorang tokoh yang cukup dikenal di tingkat nasional berkat idenya mendirikan 1 PAUD 1 Desa. Bahkan diakhir kepemimpinannya, beberapa desa dari 46 Desa ditambah 21 Kelurahan di Bantaeng sudah berdiri 2 hingga 3 PAUD.

Berawal di Kabupaten Bantaeng saat dirinya menjabat Bunda PAUD sekaligus Ketua PKK di daerah yang berjarak 120 Km dari Ibukota SulSel. Ide dan usulan itu pun direspon di tingkat Pusat yang kemudian diimplementasikan menjadi program nasional, 1 PAUD 1 Desa di seluruh wilayah Indonesia.

Kehadiran Bunda PAUD se-SulSel guna mengikuti Rapat Koordinasi Bunda PAUD Tingkat Provinsi SulSel. Sementara anak didik sengaja dihadirkan dalam rangkaian Gebyar PAUD bertepatan dengan pengukuhan Bunda PAUD SulSel.

Lies dalam pernyataannya kepada AMBAE bertekad menularkan kesuksesan mendirikan 1 PAUD 1 Desa. Menurutnya masih ada daerah yang belum tersentuh dengan maksimal. Sedang PAUD menjadi kebutuhan dasar bagi anak bangsa khususnya anak SulSel.

“Kita akan petakan tingkat kebutuhan PAUD di daerah. Bisa jadi sebuah Desa atau Kelurahan sudah punya PAUD tapi jaraknya jauh, kasihan anak-anak kita. Apalagi kalau belum punya PAUD, anak-anak harus dibiasakan dulu mengenali beragam hal sebelum masuk sekolah dasar”, jelasnya. (AMBAE)