IDUL ADHA, QURBAN SAPI MENJADI PERHATIAN ANAK~ANAK

28

Dompu~NTB Kla.id, Bagi Umat muslim pasti melaksanakan kegiatan Hari Raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Jika Idul Fitri dilaksanakan setelah puasa begitu lamanya selama satu bulan. Dan setelah selesai sholat Idul Fitri maka semua Umat Muslim saling bermaaf~maafan, dilanjutkan dengan silaturrahmi ke rumah keluarga besar, sanak saudara, teman dan lain sebagainya. Kemudian yang tak kalah penting adalah dengan memakan ketupat beserta opor ayam dan juga lauk lainnya untuk disajikan bersama~sama setelah pulang dari sholat Idul Fitri.

Tak hanya itu, keceriaan sebuah keluarga menjadi sangat hangat dan dekat karena di hari yang fitri tersebut semuanya saling bermaafan atas segala kesalahan yang diperbuat. Biasanya Idul Fitri identik dengan memakai baju muslim serba putih ataupun gamis putih. Karena, mengartikan bahwa itu adalah kembali seperti seorang bayi yang belum ada dosa sedikitpun yang putih bersih tiada noda sedikitpun.
Untuk Idul Fitri biasanya memiliki hari libur yang panjang, karena setelah berpuasa satu bulan dan kemudian merayakan hari kemenangan semua orang perlu bertemu dengan keluarganya bagi yang punya kampung. Setelah itu untuk para pekerja juga menikmati waktu berkumpul yang lebih panjang bersama keluarganya. Maka itu momen tersebut harus sangat dimanfaatkan sebelum masuk kerja kembali seperti biasanya.

Berbeda halnya dengan Idul Adha. Jika Idul Fitri memiliki waktu cuti/hari libur yang panjang, maka Idul Adha pun tidak demikian. Liburnya hanya pada saat hari H nya saja, sesudahnya esok hari harus beraktivitas kembali seperti biasanya.
Selain itu juga jarang yang pulang kampung, palingan hanya dari beberapa daerah tertentu saja yang pulang kampung. Idul Adha dikenal dengan istilah Lebaran Haji, banyak sekali Jama’ah Haji yang berkesempatan untuk berangkat haji pada hari menjelang Idul Adha.

Untuk Idul Adha sendiri, mungkin momen yang paling seru dan menyenangkan bagi anak~anak adalah pada saat menyaksikan penyembelihan Hewan Qurban Sapi. Mengapa Sapi yang menjadi pusat perhatian ? Kambing tidak ?
Saya sendiri dari dulu juga bertanya~tanya padahal sama~sama disembelih. Mungkin jika kambing tidak ada rasa memacu adrenalin yang tinggi, sebab jika kambing disembelih hanya dipegangi saja kedua kakinya, lalu dipotong. Sementara sapi beda cerita….

Menyembelih Seekor Sapi atau Kerbau butuh persiapan dan perjuangan. Selain itu pula orang~orangnya juga harus memiliki tenaga yang kuat dan dibantu oleh banyak orang. Saat sapi digiring masuk ke dalam tempat penyembelihan, pasti petugas pemotong akan bersiap~siap diri dahulu.
Ada yang menggerak~gerakkan tangannya, senam ringan, supaya tidak terpental pada saat menarik kaki sapi menggunakan tali tambang kecil. Ketika semuanya sudah siap, biasanya anak~anak pada berkumpul ramai sekali untuk menyaksikan hal yang menghebohkan itu (sebenarnya kasihan sih sapinya diambrukkin terus dipotong, nggak tega lihatnya :D). Setelah itu barulah para Petugas mengikat tali pada kaki sapi dan ketika sudah diikat semuanya, 1….2….3…. JATUHINNN!!! GUBRAAKKK!!

Sapipun sudah tak berdaya dan Petugas sudah menahan kedua kakinya, setelah itu barulah disembelih dan darahnya keluar banyak…. Anak~anak yang melihat pada teriak “iiihhhhh ihhhh!!!!! daraaaahhh!!!!” yaa seperti biasa yang namanya quban sapi selalu seperti itu, dimata anak~anak sesuatu yang wow! (Sampai sekarang saya juga masih senang melihat sapi disembelih walau tidak berqurban hihihi….).

Setiap orang tentu mempunyai makna tersendiri dalam peringatan Hari Raya Idul Adha. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, HJ. DARYATI KUSTILAWATI, SE.,M.Si.
Menurutnya, Idul Adha merupakan sebuah peringatan semangat dalam berkurban. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim, sebagai orang tua yang taat kepada Allah SWT. Serta ketaatan Nabi Ismail.
“Menjadikan pelajaran buat kita, bahwa di dunia ini kita sebagai kholifah. Dituntut tentang ketaatan dan menjadi saluran berkat bagi orang lain yang artinya rezeki yang diberikan kepada kita ada bagian orang~orang sekitar kita,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata UMI YAT, dirinya mencoba untuk berbagai berkah atau rezeki yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada keluarganya dengan cara berkurban ini.
“Berbagi rezeki dengan saudara kita anak yatim, tetangga, jompo dan warga sekitar,” ucapnya.

Pada Idul Adha, Umat Muslim yang mampu diperintahkan untuk berqurban, sebagai bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Ibadah Qurban merupakan salah satu ibadah sunnah muakad bagi Umat muslim. Yang mana dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah di Tahun Hijriyah.

Qurban berasal dari bahasa Arab yakni quroba, artinya dekat. Sehingga yang dimaksudkan adalah melalui berqurban dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah berikut ini:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap~tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada~Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang~orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (QS. Al-Hajj [22]:34).

Sedangkan hewan qurban yang disyariatkan terdapat tiga jenis: unta, sapi (atau kerbau), dan domba (atau kambing gibas).

Daging hewan qurban ternyata memiliki keberkahan. Daging kambing misalnya, ternyata memilik keberkahan, artinya banyak kebaikan pada daging kambing ini. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
اتخذوا الغنم فإن فيها بركة
”Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing karena di dalamnya terdapat barakah.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al~Albani dalam As~Silsilah As~Shahihah 2/417).

Selain daging kambing, ternyata keberkahan juga ada pada susu dan kulit kambing. Susunya bisa diminum serta kulitnya bisa dijadikan bahan kain atau pakaian.

Ahli tafsir Al~Qurthubi rahimahullah menjelaskan:
وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة الأولاد، فإنها تلد في العام ثلاث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب
“Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain.”

Bahkan diriwayatkan setiap Nabi pernah menggembalakan kambing, ulama menjelaskan hikmahnya adalah karena menggembalakan kambing membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang akan membentuk karakter kebaikan pada seseorang. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ
“Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing.” para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “Iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.” (HR. Al Bukhari, No. 2262).

Jadi, berqurbanlah kalian selagi mampu yang penting niat. Jangan untuk gaya-gayaan. [Yd/DP3A Dpu]