Ilma dan Rezky, Wakil Indonesia Dari Bantaeng Di Ajang APSC Thailand 2018

285
Dua pelajar Bantaeng ini akan mewakili Indonesia pada ajang APSC Thailand 2018.
Ilma dan Rezky saat meraih medali perak pada ajang ISPO di Jakarta (25/02/18).

Bantaeng, Sabtu (09/06/2018). Tahun ini APSC bakal digelar di National Science Museum Thailand, Klong 5, Pathum Thani, Thailand. Tepatnya 21 sampai 27 Juni 2018, dimana salah satu tim dari Indonesia beranggotakan dua pelajar dari Kabupaten Bantaeng.

Ilma Rasyidah Budi Taufiq dan Rezky Novita Said, keduanya ditunjuk mewakili Indonesia pada ajang ASPC (ASEAN Student Project Competition) Thailand 2018. Sebuah kompetisi tingkat internasional untuk level negara-negara ASEAN pada khususnya. ASPC adalah ajang kompetisi ilmiah yang kerap diadakan National Science Museum Thailand. Menjadi agenda tahunan Thailand bagi peneliti muda dari negara-negara ASEAN.

Keduanya merupakan pelajar SMA Negeri 1 Bantaeng yang baru saja dinyatakan lulus tahun 2018. Beberapa waktu lalu meraih Medali Perak atau Silver Medal pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) tingkat Nasional yang berlangsung tanggal 23-25 Februari 2018 di Jakarta.

Menurut Ilma ada tiga tim dari Indonesia, “Salah satu dari tiga tim itu adalah tim kami. Nantinya kami mewakili Indonesia untuk project science dalam bidang teknologi.” tuturnya.

Dalam ajang di Thaliland tersebut Ilma dan Rezky akan mempresentasikan Bioplastik Chrysalidocarpus Lutescens (BCL) yang menjadi penelitiannya. Dijelaskan Ilma bahwa Bioplastik Chrysalidocarpus Lutescens sebagai peredam radiasi elektromagnetik telepon seluler yang berguna mencegah penyakit alzheimer. ”

Terkait rencana menuju APSC, dirinya berharap dukungan seluruh pihak, mengingat kendala biaya keberangkatan. “Kami masih butuh bantuan berupa dana untuk keberangkatan kami nantinya. Apalagi lomba ini dikemas berupa pameran produk. Semoga produk kami bisa digunakan orang banyak.” harapnya. (AMBAE)