Inspiratif, Masjid di Lannying Bantaeng Tawarkan Literasi Hadist Termasuk bagi Anak-anak

11

Bantaeng (kla.id)

Bantaeng, Rabu (13/02). Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di Dusun Lannying II, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng menawarkan kepada jama’ah pengetahuan tentang Al-Hadist. Ini terbilang unik, pasalnya diduga tidak banyak Masjid di Kabupaten Bantaeng pada khususnya yang melakukan hal sama.

Warga bergantian membacakan Hadist setelah melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah. Sementara jama’ah menyimak hadist tersebut diterangkan secara rinci termasuk terjemahan maupun maknanya.

Zainuddin, salah seorang Tokoh Agama di dusun itu menuturkan jika kegiatan seperti itu sudah berlangsung lebih 10 tahun. Pembaca Hadist dirembukkan dan ditunjuk usai Shalat Shubuh.

“Alhamdulillah sudah 10 tahun lebih begini. Jadi kita tunjuk bergiliran jama’ah setelah Shalat Shubuh untuk membacakan Hadist sesudah Shalat Maghrib”, jelasnya.

Lanjut dikatakan, Ulama menganjurkan sebaiknya minimal 30 menit kegiatan seperti itu dilakukan sambil menunggu masuk waktu Shalat berikutnya. Dia yang menggagas Pembacaan Al-Hadist memilih Shalat Maghrib karena menurutnya lebih efektif dan lebih ramai dibanding 4 waktu Shalat yang lain.

“Sedikit demi sedikit kita lakukan ini. Bukan saja orang dewasa, anak-anak juga kita ikutkan kemudian kita lanjut dengan mengajar mengaji kepada anak-anak”, terang dia.

Sedang orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan membaca Al-Qur’an bersama anak-anak. Lebih uniknya lagi, usai Shalat Shubuh jama’ah tidak langsung pulang ke rumah.

Jama’ah tetap tinggal di sekitar area Masjid berdiskusi tentang keagamaan sembari menikmati hangatnya sajian kopi khas Lannying. Sekedar diketahui, desa ini hampir sepanjang hari diselimuti kabut dengan cuaca relatif dingin.

“Selama 1 tahun menjabat, peningkatan keagamaan luar biasa. Semoga memotivasi daerah lain semakin peduli memahami agama”, harap Kades Bonto Lojong, Muh Tamrin.

Menurut Tamrin, agama penting membentengi masyarakat dalam melakukan segala aktifitas keseharian. Jika itu diwujudkan, kata dia niscaya sebuah daerah akan tetap aman dan tenteram. Saat ini Masjid lain di desanya sudah mengikuti jejak yang digagas Zainuddin. (AMBAE)