ISU ANAK REKOMENDASI TEMU FORUM ANAK DOMPU TAHUN 2019

47

Dompu~NTB Kla.id, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Hak Anak merupakan bagian dari Hak Asasi manusia yang WAJIB DIJAMIN, DILINDUNGI DAN DIPENUHI oleh orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Negara.

Berbicara tentang anak adalah hal penting karena anak merupakan salah satu Aset Pembangunan Nasional yang harus diperhatikan dan diperhitungkan kualitas dan masa depannya sebab anak berperan sebagai penentu masa depan suatu bangsa. Tanpa kualitas yang handal dan masa depan yang jelas bagi anak, Pembangunan Nasional akan sulit untuk dilaksanakan dan nasib bangsa ke depan akan sulit pula dibayangkan.

Anak merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita~cita perjuangan bangsa, oleh karena itu, setiap anak harus mendapatkan pembinaan dari sejak dini, anak perlu mendapat kesempatan yang seluas~luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, maupun sosial.

Dalam fase remaja, anak mengalami perubahan~perubahan besar yang membawa pengaruh cukup signifikan pada sikap dan tindakannya menuju arah yang lebih agresif sehingga pada periode ini banyak anak~anak yang tindakannya dapat digolongkan ke dalam tindakan yang menunjukkan penyimpangan ke arah gejala kejahatan.

Bahan Presentasi (Sashi)

Kejahatan yang dilakukan oleh anak lebih lazim disebut sebagai kenakalan anak. Istilah ini diambil dari istilah asing yaitu juvenile delinquency. Juvenile berarti young, anak~anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat~sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquency berarti doing wrong, yang diperluas artinya menjadi jahat, asosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau, peneror, tidak dapat diperbaiki lagi, durjana, dursila, dan lain~lain.

Pada hakikatnya, anak tidak dapat melindungi diri sendiri dari berbagai macam tindakan yang menimbulkan kerugian mental, fisik, sosial dalam berbagai bidang kehidupan dan penghidupan. Anak harus dibantu oleh orang lain dalam melindungi dirinya, mengingat situasi dan kondisinya, khususnya dalam pelaksanaan peradilan anak yang asing bagi dirinya. Anak perlu mendapat perlindungan dari kesalahan penerapan Peraturan Perundang~Undangan yang diberlakukan terhadap dirinya yang dapat menimbulkan kerugian fisik, mental, dan sosial.

Misalnya dalam hal penahanan, anak yang ditahan karena melakukan atau diduga melakukan tindak pidana harus ditempatkan terpisah dari orang dewasa agar anak tidak terintimidasi. Seperti dalam kasus Yuyun, Terdakwa Anak yang berjumlah 8 orang ditahan ditempat yang berbeda dengan orang dewasa yang melakukan tindak pidana bersama~sama dengan mereka.

Dari kegiatan Temu Forum Anak Dompu Tahun 2019 direkomendasikan Isu Anak Dompu yang dibagi dalam 5 Klaster Hak Anak, yakni :
1. Klaster Hak Sipil dan Kebebasan ; (a) Anak-anak yang belum mendapatkan Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga serta Kartu Identitas Anak (KIA); dan (b) Anak-anak yang dilarang melaksanakan Shollat di Saf Pertama/Depan.
2. Klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif ; (a) Maraknya terjadi Tindakan Nekat Bunuh Diri; dan (b) Pemerkosaan / Pelecehan Seksual.
3. Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan ; Gizi Buruk.
4. Klaster Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya ; (a) Terjadinya Pemasalakan atau Pembulian; (b) Anak lebh memilih Bertani daripada Sekolah; (c) Bolos Sekolah; (d) Masih menggunakan Pakaian yang tidak sopan; dan (e) Kurangnya kesadaran terkait tata cara beragama yang baik & benar.
5. Klaster Perlindungan Khsusus ; (a) Penyalahgunaan NARKOBA; (b) Kasus Postitusi Remaja; dan (c) Anak sebagai Pelaku Kejahatan yang masih terbentur Usia Minimum untuk bisa di proses hukum.

Anak berperan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) ; 1) Pribadi/Individu; 2) Keluarga; 3) Sekolah; 4) Lingkungan Sekitar; dan 5) Daerah masing-masing.   [Shasi/FA Dpu]