Jadikan Anak Parepare Sehat-Cerdas, Pemkot Harap Sinergitas Cegah Stunting

31

Pare-pare (kla.id)

Kota Parepare tidak hanya layak anak tapi juga sukses menjadi kota yang membuat anak balita sehat.

Terbukti, dalam lima tahun terakhir, Parepare berhasil menurunkan angka balita stunting. Pada 2013, balita stunting mencapai 39,6 persen dan turun drastis pada 2018 menjadi hanya 23,3 persen.
Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama. Umumnya hal itu disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Konvergensi Pencegahan Stunting yang diadakan Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Kesehatan di Balai Ainun Habibie, Parepare, Selasa, 17 September 2019.

Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Parepare H Pangerang Rahim mewakili wali kota, hadir Ketua Tim Penggerak PKK Parepare Hj Erna Rasyid Taufan, Sekda yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, H Iwan Asaad.

Menjadi narasumber Abdul Razak Thaha dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Wawali Pangerang Rahim mengemukakan, dari riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan pada 2018, menemukan 30,8 persen anak balita yang mengalami stunting.

Sementara Parepare pada 2013, anak balita stunting 39,6 persen menjadi 23,3 persen pada 2018.
Penurunan stunting, kata dia, penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan, seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

“Karena stunting tidak hanya berkaitan dengan terhambatnya pertumbuan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Olehnya itu diperlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung seperti akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan,” harap Pangerang.