Jawa Tengah Mendengarkan Suara Anak

606

Purbalingga (kla.or.id) – “Kami mengharap pemerintah bersama anak-anak bergandeng tangan melaksanakan Gerakan Bersama Lindungi Anak di Jawa Tengah yang diwujudkan dengan Gerakan Cerdas dari Media Sosial dan Cerdas Menggunakan Media Sosial,” ucap Christin Setia Ningrum selaku Ketua Forum Anak Jawa Tengah yang membacakan dengan lantang Suara Anak Jawa Tengah tahun 2017 dihadapan Gubernur Jawa Tengah, Ketua Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah dan ratusan hadirin pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 di Alun-Alun Kabupaten Purbalingga (26/07/2017).

Forum Anak Jawa Tengah didampingi Forum Anak Kabupaten Purbalingga membacakan Suara Anak pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 di Alun-Alun Kabupaten Purbalingga (26/07/2017)

Suara anak yang kemudian diserahkan langsung dan mendapat sambutan positif dari Ganjar Pronowo, Gubernur Jawa Tengah, tersebut beberapa hari sebelumnya telah dibahas dengan serius, meskipun dalam suasana yang rekreatif, oleh perwakilan Forum Anak se-Jawa Tengah pada Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2017 tanggal 10-12 Juli 2017 lalu di Owabong Cottage, Purbalingga. Suara Anak Jawa Tengah tersebut disusun sendiri oleh perwakilan anak setelah melalui proses analisis permasalahan anak, diskusi antar Kabupaten/Kota, survey isu hak anak di kampung-kampung sekitar lokasi kegiatan dan menelaah ide-ide yang mungkin dapat diimplementasikan bersama untuk pemecahan masalah tersebut. Pada hari terakhir, rumusan Suara Anak tersebut didialogkan dengan para pemangku kepentingan untuk mendapatkan umpan balik yang memadai bagi upaya bersama pemenuhan hak anak di Jawa Tengah.

Tema “Cegah Kekerasan pada Anak dari Sosial Mediamu!” kemudian dipilih bersama sebagai refleksi bersama atas semakin tidak terhindarkannya kita untuk menggunakan sosial media dalam kehidupan sehari-hari. Tinggal apakah kemudahan akses di dunia maya itu dapat dimanfaatkan dengan positif oleh anak dan para orang tua. Sebagaimana yang kemudian disampaikan oleh Dra. Sri Kusuma Astuti selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah, bahwa sangat disayangkan sejauh ini anak-anak kita justru lebih banyak terpapar aspek negatif sosial media, baik konten yang tidak layak seperti pornografi dan isu-isu SARA, bullying, pelecehan seksual maupun kasus persekusi akibat interaksi di sosial media. Padahal di sisi lain, sosial media saat ini dapat menjadi sarana yang paling efektif untuk mengkampanyekan hal-hal positif kepada kalangan anak dan remaja, termasuk tentang isu kebangsaan, etika dan pemenuhan hak anak.

Suara Anak Jawa Tengah tersebut kemudian tidak sekadar menjadi upaya advokasi bagi anak untuk mendorongkan upaya pemenuhan hak anak yang lebih baik, tetapi juga mendorong mereka untuk turut melakukan gerakan-gerakan yang kreatif di kalangan sebaya, utamanya terkait penggunaan internet sehat. Harapannya, hal positif yang sudah dilakukan oleh anak ini dapat ditangkap oleh para pemangku kebijakan untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi forum/kelompok anak di segala tingkatan. Tentu saja salah satunya dengan merealisasikan berbagai pandangan anak di Jawa Tengah yang telah dituangkan dalam Suara Anak Jawa Tengah Tahun 2017 tersebut oleh para pemangku kebijakan di berbagai tingkatan.

(Ardian Agil Waskito)