Kabupaten Bima: Anak Desa Juga di Perhatikan Pertamina

178

Desa Lewintana- Kab. Bima (kla.or.id) Anak sebagai salah satu anggota keluarga perlu diperhatikan peran dan partisipasinya dalam pemenuhan hak-haknya. Hal ini disampaikan Krisdianto,SE Kepala Sub Bidang Data Pengembangan KLA di hadapan sekitar dua puluh lima warga desa Lewintana, Kabupaten Bima pada kegiatan survey lapangan terkait tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian PP-PA dengan Pertamina di ruang kerja kepala desa Lewintana. (14/2)

“Anak-anak kami tak bisa bersekolah karena tak memiliki akte kelahiran” ujar mirah salah satu warga Desa. Memang desa Lewintana yang berada sekitar 30 Km dari pusat kabupaten Bima, letaknya yang berada dibalik bukit dan dibelah oleh laut, menyebabkan desa ini menjadi salah satu desa tertinggal.

Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian PP-PA dan PT. Pertamina,Tbk, maka lewat program Company Social Responsibility (CSR) maka Pertamina bermaksud untuk memberikan bantuan kepada desa-desa tertinggal di Indonesia salah satunya desa Lewintana dan desa Lewidewa di Kabupaten Bima.Kementerian PP dan PA, lewat keasdepan kota layak anak deputi tumbuh kembang anak dan Kedeputian Perlindungan perempuan menerjunkan tim pengumpul data survey lapangan yang salah satunya tim ke desa lewintana dan lewidewa.
Desa lewintana dan lewidewa sebenarnya adalah satu desa yang akan berpisah dikarenakan luas wilayah yang tak layak disebut desa. Kedua desa tersebut termasuk penerima bantuan dari PT. Pretamina,tbk dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Struktur tanah yang keras membuat sebagian besar mata pencaharian penduduk desa adalah berkebun di bukit-bukit sekitar desa.
Hak-hak anak masih belum terlalu dipenuhi di desa ini, masih banyak anak putus sekolah, anak yang dipekerjakan membantu orangtua. Tim survey KPP-PA yang terdiri dari Krisdianto,SE dan Ir. Agus Wiryanto,Msi Kepala Bidang Advokasi dan fasilitasi Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang Deputi Perlindungan Perempuan, menemukan kesadaran warga masih kurang untuk dapat memenuhi hak-hak anak mereka. Pembentukan forum anak dengan Sekretariat Forum anak serta Loasi pembangunan taman bermain menjadi salah fokus suvey yang dilakukan saat itu.
“Semoga dengan masukan dari tim survey dapat mempercepat realisasi bantuan yang sangat diperlukan oleh anak-anak di kedua desa ini” harap kepala desa desa lewintana (KD).