Kabupaten Maros Peringati Hari Anak Nasional bersama Murid PAUD

308

Maros (kla.id)

Bupati Maros dan Bunda PAUD pada peringatan HAN

Pemerintah Kabupaten Maros lewat Dinas Pendidikan dan Paud sukses menggelar kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 yang mengangka tema “Anak Indonesia GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat)” ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Maros, Sabtu (29/9/2018).

Ada 1000 Anak PAUD se Kabupaten Maros berpakaian baju tradisional nusantara dan berpakaian Polisi, TNI, Angkatan Udara serta ada berpakaian ala pemadam kebakaran memperingati Hari Anak Nasional tahun 2018 tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dr. Firman dalam sambutannya mengatakan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan adalah Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tanggal 18 Juli 2018 tentang Peringatan Hari Anak Nasional.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Usia 3 – 6 Tahun dan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini, serta meningkatkan kreatifitas anak, melatih kecerdasan, anak dan menjamin pemenuhan hak anak mulai hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi sesuai harkat dan martabat serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” ujar dr. Firman.

Bupati Maros membuka acara HAN

Bupati Maros HM Hatta Rahman yang membuka kegiatan ini, mengatakan momen ini dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.

“Anak-anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan agar dapat tumbuh berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa,” ungkap Hatta saat sambutan.

Ia pula mengatakan, peringatan HAN 2018 ini diselenggarakan dengan memperhatikan berbagai peristiwa dan kejadian yang dialami sebagian anak Indonesia beberapa waktu terakhir ini termasuk di daerah kita.

“Dimana pemberitaan kekerasan dan ekploitasi terhadap anak semakin marak di berbagai media. Maka dari itu diharapkan seluruh komponen pemerintah masyarakat dan dunia usaha untuk mencegah dan memberantas kejahatan seksual terhadap anak,” tambahnya.

Untuk meminimalisir masalah tersebut pemerintah daerah telah menyediakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang berhubungan dengan perlindungan anak, termasuk hadirnya Bunda PAUD mulai dari tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

Hadir diacara HAN tersebut yakni ibu Hj Suraida Hatta sebagai Bunda PAUD, perwakilan duta WHO dan Unicef dr. Netha dari Nepal Kepala Dinas Pendidikan dr. Firman, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Maryam, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Idrus, juga para Kepala Satuan Pendidik Anak Usia Dini se Kabupaten Maros.

Dalam rangkaian hari anak nasional diadakan pula imunisasi campak dan rubella.