Kata Mereka Yang Mendapatkan Bantuan Rehab Rumah

204

Tanjung Selor (kla.id) – Rehab rumah untuk warga kurang mampu, menjadi salah satu program utama pemerintah dalam menanggulangi angka kemiskinan. Menumbuhkan rasa kepercayaan diri masyarakat, menjadi tujuan utamanya. Hingga kini sudah hampir 7000 keluarga di Kaltara yang mendapatkan bantuan stimulan itu.

Terik matahari siang, tak dirasakan menyengat bagi Martin Lingai, warga Jalan H Masykur Tanjung Selor. Sesekali menyeka peluh dengan lengannya, Martin tak berhenti terus bekerja menyelesaikan bangunan rumah miliknya. Dia sendiri mengerjakan pembuatan rumah kayu berukuran sekira 6 x 7 meter itu. “Biasanya ada yang bantu. Tapi mereka lagi nunggal (menanam padi) di ladang. Jadi sekarang terpaksa bekerja sendirian. Ya pelan-pelan,” ungkap Martin saat dijumpai di rumahnya yang baru mulai dibangun itu.

“Ini rumah saya yang dulu, kecil sempit, dindingnya bolong-bolong,” kata Martin sambil menunjuk foto rumah lamanya yang dipasang di salah satu tiang rumah yang belum berdinding itu.

Martin, adalah satu dari 6.800 lebih Kepala Keluarga (KK) di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mendapatkan bantuan stimulan untuk rehab rumah. Jika dinominalkan, Martin menerima Rp 15 juta untuk merehab rumah yang sebelumnya dianggak kurang layak huni. “Kami sangat bersyukur bisa dibantu Pemerintah Kaltara. Kami sangat berterima kasih. Dengan bantuan ini sangat membantu saya untuk  memperbaiki rumah menjadi bagus, dan layak untuk ditempati,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ladang itu.

Tahun ini, Martin mendapatkan bantuan rehab rumah yang diprogramkan oleh Pemprov Kaltara melalui APBD. Kepadanya dibantu papan, kayu, paku hingga seng. Nilainya Rp 15 juta. “Awalnya saya dikasih tahu RT (Ketua RT) kalau ada program bantuan ini. Lalu saya mengajukan. Setelah itu disurvei dan akhirnya dibantu,” katanya.

Lain dengan Martin, lain pula dengan Ruslan. Meski tak sebesar bantuan yang diberikan kepada Martin, warga kawasan PMD Tanjung Selor itu sangat bersyukur rumahnya yang dulunya banyak kerusakan bisa diperbaiki. “Kami tidak menyangka. Karena memang tidak tahu. Tiba-tiba saja ada yang datang menawari perbaikan rumah. Malah seperti tidak percaya,” kata Ruslan yang didampingi istri.

Perbaikan rumah Ruslan memang tidak terlalu banyak. Rumahnya masuk dalam kategori rehab sedang. Oleh pemerintah, dibantu biaya perbaikan sebesar Rp 10 juta. Cukup untuk mengganti dinding dan plafon rumahnya.

Program rehab rumah di Kaltara merupakan sinergi antara pemerintah pusat dan Pemprov Kaltara. Sejak 2014 hingga 2018, setidaknya sudah ada 6.800 rumah lebih yang dibantu perbaikan. Mulai dari rehab sedang hingga rehab total.

Tahun ini, dari APBN melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dialokasikan untuk 2.000 rumah tersebar di lima kabupaten/kota se Kaltara. Di samping itu, dari APBD Provinsi Kaltara disiapkan untuk merehab 550 rumah. “Untuk pengajuannya berjenjang, dari RT, ke kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota. Kemudian nanti ke provinsi. Setelah itu kita lakukan ferivikasi hingga pengecekan di lapangan. Untuk verifikasi ini sendiri ada timnya, selain dari Pemprov, juga kita libatkan Pemerintah Kabupaten/Kota,” timpal Suheriyatna, Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara, OPD yang menangani program ini.

Mengenai persyaratannya, selain persyaratan administrasi seperti benar merupakan warga kurang mampu, legalitas lahan yang akan ditempati untuk membangun rumah juga harus jelas. “Soal legalitas lahan itu yang penting. Di Tarakan contohnya, ada beberapa lokasi yang mengajukan tapi tidak bisa dibantu, karena legalitas lahannya belum jelas. Utamanya rumah-rumah di pesisir pantai,” tutupnya.

(humas)