Lingkungan Ramah Anak merupakan lingkungan yang dapat memenuhi dan menjamin tumbuh kembang anak optimal. Lingkungan terbagi secara ruang dan lingkup sumberdaya. Lingkungan secara ruang dapat dipenuhi melalui penyediaan ruang bermain. Bermain merupakan hak atas setiap anak Pasal 31 KHA menyebutkan bahwa “Negara mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, untuk bermain dan turut serta dalam kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak, dan untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan budaya dan seni”. Pada pasal 11 KHA yang menyatakan bahwa “Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengananak yang sebaya , bermain, rekreasi dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya  demi pengembangan diri dan menyatakan bahwa Negara dan Pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab memberikan dukungan sarana dan prasaranan dalam penyelenggaraan perlindungan anak”.

Makna yang terkandung dalam Pasal 31 KHA ayat (1) bahwa Negara-Negara peserta mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan bermain dan rekreasi yang sesuai dengan usia anak yang bersangkutan, dan untuk turut serta secara bebas dalam kehidupan budaya dan seni. Dengan demikian maka mendorong negara memberikan akses atau kesempatan kepada anak untuk mengalami kehidupan budaya, seni dan belajar berbagai bentuk ekspresi secara bebas dengan memberikan ruang untuk berkomunikasi, bertindak, dan terlibat dalam kegiatan budaya dan seni secara bebas, dan hal yang terpenting juga adalah memberi kesempatan secara luas kepada anak untuk berkontribusi dalam kehidupan budaya agar perkembangan spiritual, intelektual dan ekspresi emosi, perilaku, seni anak terjadi secara alami. Untuk melaksanakan Pasal 31 ayat (2) KHA yang mendasar adalah negara mendorong untuk memberikan kesempatan yang tepat dan menyediakan kesempatan yang sama kepada semua anak baik secara individu maupun kelompok tanpa diskriminasi.

Hak anak untuk pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya memberi dampak yang signifikan dalam kehidupan anak antara lain berpengaruh pada kualitas, tahapan perkembangan, dan resiliensi (daya tahan) anak, pembentukan karakter, serta memberi ruang bagi anak untuk kreatif, meningkatkan motivasi, perkembangan fisik, keterampilan, dan memperkaya kehidupan budaya, serta mengarahkan energi  anak untuk berpartisipasi dalam bermain.

Pemanfaatan waktu luang melalui bermain atau berekreasi , sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan anak, memberi kesempatan pada perkembangan kreativitas, imajinasi, dan kepercayaan diri snsk, drlsin itu berpengaruh pada pada perkembangan kognitif, motorik, dan sosial emosional anak.

Ketertiban anak dalam kehidupan budaya memberi kontribusi pada rangsangan dan keberlanjutan kehidupan budaya memberi kontribusi pada rangsangan dan keberlanjutan kehidupan budaya dan seni tradisional di lingkungan tempat anak berada. Ruang ini akan memberi kesempatan kepada anak untuk mereproduksi, mengubah, membuat dan menggambarkan budaya melalui imajinasi, lagu, tari, animasi, cerita, lukisan, permainan, teater jalanan, pendalangan, festival dan lain-lain.

Untuk mendukung hal tersebut, memang seharusnya menyediakan ruang bermain yang ramah anak. Minimnya ruang bermain anak tercermin dari banyaknya anak-anak yang bermain di tempat-tempat yang bukan semestinya seperti di jalanan, bantaran sungai, dll. Agar tercapainya tujuan kab/kota layak anak maka pemerintah bekerjasama dengan para pemangku adat, masyarakat dan lembaga pemerintahan lainnya melakukan advokasi dan sosialisasi melalui program-program yang ada salah satunya melalui Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

-nam-