Komitmen Bersama Tentang Gerakan Pengembangan Desa/Kelurahan Layak Anak (GERBANG DEKELA) di Kecamatan Tanjung selor

14

Bulungan (kla.id) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungann Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bulungan bersama dengan pemerintahan kecamatan Tanjung Selor dan Unsur Masyarakat menyatakan komitmen Bersama Tentang Gerakan Pengembangan Desa/Kelurahan Layak Anak (GERBANG DEKELA) di Kecamatan Tanjung selor. Komitmen ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (28/09/2018).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Sosialisasi dan Pembentukan Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kecamatan Tanjung Selor.
Turut hadir dalam kegiatan penandatanganan Komitmen Bersama Tentang Gerakan Pengembangan Desa/Kelurahan Layak Anak (GERBANG DEKELA) di Kecamatan Tanjung selor ini adalah Camat Tanjung Selor Errin Wiranda, SE beserta staff, Suhartuti selaku Lurah Tanjung Selor Hulu, Fibtin Nasnunu, S.IP selaku Lurah Tanjung Selor Hilir, Rukina Marto, Amd selaku Lurah Tanjung Selor Timur, Zumiati selaku Lurah Tanjung Selor Desa Jelarai Selor, Winarto selaku Kepala Desa Bumi Rahayu, Al Hakim, S.Pd selaku Kepala Desa Gunung Sari, Zainuddin. A selaku Kepala Desa Apung.
Berikut Dasar Prinsi-prinsip Komitemen pembentukan dan pegembangan Desa/Kelurahan layak anak:
1. Nondiskriminasi
2. Kepentingan terbaik bagi anak
3. Setiap anak mempunyai hak hidup, kelangsungan hidup dan berkembangan maksimal.
4. Mendengar dan menghormati pandangan anak
Selain itu komitemen ini juga menyatakan untuk:
1. Memotivasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha di wilayah desa/kelurahan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang responsif terhadap hak, kebutuhan dan kepentinganterbaik bagi anak.
2. Mengintegrasikan potensi SDM, keuangan, sarana prasarana, metode dan teknologi yang ada pada pemerintah desa/kelurahan, partisipasi masyarakat serta dunia usaha di Desa/kelurahan dalam mewujudkan hak anak.
3. Memastikan dalam pembangunan Desa/Kelurahan memperhatikan kebutuhan, aspirasi, kepentingan terbaik bagi anak dan tidak diskriminasi terhadap anak.
4. Menciptakan Desa/Kelurahan yang aman dengan membentuk serta menjalankan program kegiatan Perlindungan Anak terhadap Kekerasan (PATBM).
5. Melibatkan partisipasi anak melalui Forum Anak Desa (FAD) dalam pembangunan di Desa/Kelurahan.