Linda Agum Gumelar Temui Anak Terlantar di Depok

199

Depok, http://buser.liputan6.com/berita : Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar menemui empat anak yang ditelantarkan orangtua mereka di kawasan Depok, Jawa Barat, Ahad (27/12). Linda Gumelar mengaku prihatin dengan kasus ini.

Menurut Linda, kasus penelantaran anak bukan sekali ini saja terjadi. Kasus serupa banyak terjadi di Jawa dan biasanya karena masalah ekonomi dan komunikasi keluarga yang buruk.

Dalam kesempatan itu, Linda Gumelar berpesan kepada ibu empat anak, Wasinem alias Yanti untuk merencanakan hal yang terbaik untuk para buah hatinya.

Selain memberikan wejangan, istri Agum Gumelar ini memberi bingkisan berupa susu dan makanan kepada Yanti dan anak-anaknya. Yanti tampak terharu menerima bingkisan tersebut.

Anak Terlantar
Yanti berniat membawa pulang keempat anaknya ke kampung halaman, Ciamis. Ia mengaku pergi dari rumah dan bersembunyi tidak jauh dari kontrakannya. Yanti pergi dari rumah karena lilitan utang dari sebuah penyalur tenaga kerja.

Bahagia dirasakan Yanti, ibu yang menelantarkan empat anaknya di sebuah rumah kontrakan di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Sambil berurai air mata perempuan bertubuh ramping itu memeluk Windy, Rina, Risky, dan Siti Rahma di Panti Asuhan Fathul Khoir, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok, Ahad (27/12).

Pada kesempatan itu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP-PA), Linda Agum Gumelar juga hadir. Ia datang untuk menengok kondisi anak-anak Yanti.

Sudah sepekan lebih Yanti menelantarkan buah hatinya. Menurut Kepala Kepolisian Resor Depok Ajun Komisaris Besar Polisi Saidal Mursalin, Yanti bersembunyi tak jauh dari rumah kontrakannya. Ia bersembunyi karena takut ditagih utang sebuah perusahaan tenaga kerja yang akan memberangkatkan Yanti menjadi tenaga kerja Indonesia. “Kalau nggak dipulangin ke PT, nanti saya disuruh nebus,” jelas Yanti.

Sementara Yanti belum mengetahui di mana keberadaan Dadan, suaminya. “Tolong susul saya ke sini,” harap Yanti kepada suaminya. Persoalan Yanti kini ditangani Dinas Sosial.

Memang, mereka telah diterlantarkan orang tuanya, Dadan dan Yanti. Namun dinas sosial setempat menyatakan akan bertanggung jawab atas pemeliharaan mereka.

Ya, Rina dan tiga saudara kandungnya, kini tinggal di Yayasan Fathul Khair, Harjamukti, Cimanggis, Depok, sejak Sabtu (26/12). Dinas sosial menyerahkan mereka ke panti asuhan agar kebutuhan sandang dan pangan anak-anak di bawah umur itu bisa terpenuhi.

Dari bibir mungil Rina diketahui, orang tuanya kabur meninggalkan mereka di rumah kontrakan. Kakak-kakaknya, Windi dan Rizki, belum mampu menghidupi Rina dan adiknya yang baru berusia empat bulan. Selama ini mereka mendapat perhatian dari para tetangga.

Dugaan sementara, Dadan dan Yanti kabur lantaran terlilit utang. Mereka lebih memilih mengorbankan anak-anaknya lantaran takut ditagih. Padahal anak adalah anugerah yang dititipkan Tuhan untuk dipelihara oleh orangtua. Mestinya, anak mendapat kasih sayang dan perhatian, dalam kondisi hidup terjepit sekalipun.

Anak-anak masihlah di bawah tanggung jawab orangtua. Tapi di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini, empat anak termasuk bayi berumur empat bulan terpaksa mandiri menanggung beban tanggung jawab sendiri sebab orangtua sudah meninggalkan mereka sejak sepekan lebih.

Kasus ini terkuak karena warga sekitar heran ketiga anak malang yaitu Windy, Rizki, dan Lina selalu minta makan. Namun mereka selalu tak bisa menjawab saat ditanya ke mana orangtua mereka, Dadan dan Yanti, pergi. Kasus ini pun kemudian dilaporkan warga ke polisi.

Diduga Dadan dan Yanti kabur karena terlilit utang hingga tega meninggalkan anak-anak di rumah kontrakan. Untuk sementara keempat bocah dirawat para tetangga.

Jajaran Kepolisian Resor Depok, Jawa Barat, mengamankan ibu yang tega menelantarkan empat anaknya di rumah kontarakan di Sukmajaya, Depok. Yanti menyerahkan diri ke Ketua RT yang langsung mengantarnya ke kantor polisi. Dikawal anggota polisi wanita, Yanti langsung dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok. Yanti dimintai keterangan seputar kaburnya dia bersama suaminya selama sepekan lebih hingga menyengsarakan anaknya.

Kepala Kepolisian Resor Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Saidal Mursalin, Ahad (27/12), menjelaskan, selama ini Yanti bersembunyi tak jauh dari rumah kontarakannya. Dia bersembunyi karena takut ditagih utang.

Namun, polisi hingga kini belum mengetahui keberadaan Dadan, suami Yanti. Petugas masih memeriksa Yanti guna mencari informasi seputar keberadaan suaminya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yanti bersama suaminya meninggalkan empat anaknya termasuk yang masih berusia empat bulan. Selama dikontrakan keempat anaknya diurus para tetangga. Kini mereka dirawat di Panti Asuhan Fathul Khair, Cimanggis, Depok.

Yanti, ibu yang menelantarkan 4 orang anaknya akhirnya dipertemukan dengan 4 orang buah hatinya itu. Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Agum Gumelar menyaksikan langsung perempuan itu.

Yanti akhirnya menyerahkan diri ke polisi Sabtu (26/12/2009) kemarin setelah sebelumnya ia dicari-cari aparat setempat. Yanti langsung dipertemukan dengan 4 orang anaknya yang sekarang berada di Yayasan Fathul Khair, Jl Sumur Bandung III, Cimanggis, Depok, Minggu (27/12/2009).

Saat bertemu 4 orang anaknya, yakni Windi (8), Risky(5), Lina(3) dan Siti(8 bulan), Yanti langsung memeluk mereka satu per satu.

“Saya akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian terlebih lagi keluarga, terkait gizi dan perlindungannya,” ujar Linda yang ikut menyaksikan pertemuan Yanti dan 4 anaknya.

Sekadar diketahui, Dadan-Yanti meninggalkan 4 orang anaknya selama seminggu tanpa alasan yang jelas. 4 anak itu akhirnya terlantar di rumah kontrakan hingga akhirnya dibawa ke Dinas Sosial Depok ke Yayasan Fathul Khair.