Lindungi Masyarakat, Disdikbud-LSF Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri

14
Tanjung Selor (kla.id) – Pemerintah memperkenalkan program budaya sensor mandiri untuk menjamin perlindungan kepada masyarakat dari pengaruh negatif tayangan film atau televisi. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), program ini dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film (LSF) yang menggelar sosialisasi budaya sensor mandiri di Ruang Laboratorium Seni dan Film SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kamis (1/11).
Kepala Disdikbud Provinsi Kaltara Sigit Muryono mengatakan, di era digital saat ini, masyarakat telah familiar dengan televisi maupun gadget. “Lewat media itu, masyarakat bisa menikmati informasi yang diinginkan. Ada segala macam konten informasi bisa dikonsumsi masyarakat,” kata Sigit di sela pembukaan sosialisasi.
Demi mendapatkan informasi yang bermanfaat, tentunya setiap informasi yang masuk harus dipilah. “Itulah tujuan dari sosialisasi ini. Yakni, mengedukasi masyarakat atau pelajar agar dapat mengetahui, mengerti dan mempraktikkan sensor mandiri dalam dirinya saat menonton sebuah tayangan film atau televisi,” jelas Sigit.
Untuk itu, sosialisasi ini harusnya didukung berbagai pihak terkait. “Sensor mandiri, kami upayakan dapat menjadi sistem kekebalan mandiri masyarakat yang mampu melindungi diri mereka sendiri dari pengaruh buruk informasi atau film yang mereka saksikan. Juga mampu memilah dan memilih informasi yang akan dinikmati atau dikonsumsi,” tutur Sigit. Pada kegiatan ini, hadir sebagai narasumber anggota LSF Wahyu Trihartati, dan dihadiri peserta para pelajar SMA dan sederajat di Bulungan.
(humas)