MAN Bulungan Raih Penghargaan SRA Terbaik

101

 

Tanjung Selor (kla.id) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memberikan sejumlah penghargaan kepada daerah dalam upaya pembangunan berbasis hak dalam upaya pembangunan berbasis hak anak. Salah satu dari sekian banyak kategori penghargaan yang diberikan adalah Kota Layak Anak (KLA) kategori utama yang diraih oleh Surakarta, Surabaya dan Denpasar.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam acara Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan (23/07) menyerahkan langsung penghargaan tersebut.

Di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi baru, terdapat satu kategori penghargaan yang diterima. Yakni Sekolah Ramah Anak Terbaik Tahun 2019 yang diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bulungan yang terletak di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. Bersama dengan puluhan satuan pendidikan mulai dari tingkat TK hingga SMA sederajat, MAN Bulungan layak mendapatkan penghargaan dengan puluhan indikator yang dinilai.

Menteri Yohana Yembise, melalui siaran pers Nomor : B-140/Set/Rokum/MP01/07/2019, memberikan apresiasi besar atas keras pemerintah daerah daerah bekerjasama dengan stakeholder lainnya serta melibatkan masyarakat. Termasuk literasi dan dunia usaha untuk mewujudkan upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Ia mengingatkan bahwa isu anak menjadi hal penting karena berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan urusan wajib non pelayanan dasar.

“Pemerintah daerah tidak perlu takut melaksanakan komitmen melalui berbagai kebijakan, program, kegiatan dan anggaran untuk urusan perempuan dan anak karena merupakan investasi ke depan, sesuai dengan komitmen PBB melalui SDGs bahwa anak-anak akan menjadi generasi penerus masa depan bangsa,” ujar Menteri Yohana.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Utara, Suriansyah Hanafi mengatakan, penyelenggaraan pendidikan keagamaan menjadi salah satu fokus program yang dicanangkan Kanwil Kemenag Kaltara. Pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten, tak luput dari perhatian lembaga yang berusia 3 tahun ini. Termasuk diantaranya menyediakan infrastruktur penunjang proses belajar mengajar.

Atas atensi itu, MAN Bulungan yang ada di Kaltara ditetapkan sebagai lembaga pendidikan ramah anak. Penerimaan penghargaan KPPPA langsung dihadiri olehnya bersama dengan Kepala MAN Bulungan, Hadi Ariyanto. “Alhamdulillah, di tengah-tengah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPPA kepada kabupaten dan kota, ada nama MAN  Bulungan yang didengungkan pada mala mini. Semoga ini menjadi spirit dan semangat bagi penyelenggaraan pendidikan madrasah se-Kaltara,”. Katanya.

Lembaga pendidikan ramah anak, menurutnya menjadi sebuah keharusan. Terlebih model pendidikan partisipatif merupakan merupakan pola ideal dalam menumbuhkembangkan pengetahuan anak sebagai peserta didik. Dijelaskan, madrasah adalah laboratorium yang memproduksi insan manusia yang kompetitif, baik dari segi ilmu pengetahuan, terlebih dari aspek karakter yang dibentuk dengan ketakwaan.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala MAN, para guru dan tenaga kependidikan, hingga semua pihak yang berperan di dalamnya. Ini menjadi percontohan untuk diterapkan di lembaga pendidikan lain khususnya madrasah,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan penetapan MAN sebagai lembaga pendidikan layak anak, berdasarkan penilaian dan standar yang objektif. Terutama bagaimana menyediakan lingkungan dan proses belajar mengajar yang ramah terhadap anak sebagai peserta didik.

“Ada banyak indikator yang menjadi penilaian. Diantaranya adalah bagaimana penyelenggara di MAN ini dinilai ramah terhadap anak, dan memenuhi konvensi hak anak. Saya sudah melihat dan mengawal langsung proses yang diinisiasi oleh Kepala MAN Bulungan ini. Mulai dari penyediaan sarana olahraga, kesenian, hingga kegiatan ekstra kurikuler. Wajah MAN Bulungan juga dihiasi dengan hasil kreativitas dan inovasi. Semua ini yang dilakukan oleh pihak madrasah, termasuk siswa-siswinya turut berkontribusi,” tutupnya.

(zz)