MEMPERKENALKAN ANAK DALAM FESTIVAL “ADAT” BUDAYA UNTUK PERDAMAIAN

35

Dompu~NTB Kla.id, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (03/08~2019).
Kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan atas sinergitas 3 Kementerian yakni Festival Budaya dan sinergitas antar Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam penanganan konflik sosial di Kabupaten Dompu.

Dalam rangkaian kegiatan Penguatan Pranata Adat Pemerintah Kabupaten Dompu merupakan 1 dari 24 Kabupaten Daerah Tertinggal yang menjadi locus dari Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) Kemendesa PDIT dalam Bidang Penanganan Konflik Sosial pada Tahun 2019 dan merupakan salah satu locus sinergitas Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial melalui Pendekatan Harmoni Budaya dan Adat untuk membangun Kerukunan dan perdamaian di Kabupaten Dompu.
Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu (03/08~2019) melaksanakan Pawai Budaya, Puncak dari rangkaian kegiatan sinergitas itu berlangsung meriah, mengusung tema Festival Pranata Adat dan Budaya Kabupaten Dompu untuk Perdamaian, dan dilaksanakan di Lapangan Beringin (Depan Gedung Paruga Parenta Dompu), dan merupakan bagian dari rangkaian acara memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke~74 Tahun 2019.

Acara Festival Pranata Adat dan budaya dihadiri oleh Dirjen PDTu Kemendesa PDTT Ir. Rr. Aisyah Gamawati, MM didampingi Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Hasrul Edyar, S.Sos.,MAP, Asdep Penanganan Konflik Sosial, Drs. Ponco Respati N, Msi, perwakilan dari Direktorat Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Viktor Siahaan, Dirjen PDTu dengan menggunakan Pakaian Adat Dompu bersama rombongan dan di dampingi oleh Bupati Dompu, menuju lokasi tempat acara Festival Budaya dan Adat di Halaman Gedung Paruga Parenta Dompu untuk bersama~sama dengan Bupati Dompu H. BAMBANG M. YASIN untuk membuka acara.

Bupati Dompu, H. BAMBANG M. YASIN dalam sambutannya, mengatakan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT telah memilih Kabupaten Dompu sebagai lokasi dilaksanakannya kegiatan Penguatan Pranata Adat Tahun 2019 patut diapresiasi.
“Ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Pusat khususnya untuk masyarakat Dompu,” kata HBY.

Bersamaan dengan HUT RI ke~74 serta kegiatan Festival Budaya dan Adat diharapkan Festival Budaya Dompu ini merupakan ajang untuk menggali, mengembangkan nilai seni budaya serta melestarikan dan memelihara khasanah budaya bangsa. Lebih utama mempromosikan berbagai potensi tempat wisata dan produk wisata kabupaten Dompu didalam mewujudkan kabupaten Dompu sebagai Destinasi Wisata Dunia.

Dan juga dengan terlibatnya berbagai elemen masyarakat, diharapkan kegiatan Festival Budaya ini dapat mewujudkan Visi Pemerintah Daerah yaitu “Terwujudnya Masyarakat Dompu yang Mandiri dan Religius”.

Aisyah Gamawati, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu dalam sambutannya, sangat bangga dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu yang masyarakatnya hidup damai bergandengan tangan membangun Kabupaten Dompu.

Menurutnya, keberhasilan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam pemanfaatan Dana Desa dapat meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat Desa dan Pemerintah Kabupaten, Aisyah Gamawati juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Dompu dalam pengelolaan Dana Desa yang terbilang sukses dalam pemanfaatannya.

Ia juga berharap, melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk Perdamaian ini diharapkan dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali Forum Diskusi Desa untuk mewujudkan Ketahanan Sosial maupun Ketahanan Ekonomi.
Karena merupakan Amanat Nawa~Cita pertama yaitu “menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara” dan Nawa~Cita ke-3 yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah~Daerah dan Desa dalam kerangka negara kesatuan”.

Ibu Dirjen juga menambahkan bahwa kegiatan Festival Pranata Adat bertujuan agar semakin menumbuh kembangkan kecintaan terhadap keragamaan budaya yang dikemas dalam Bhinneka Tunggal Ika untuk merekatkan kembali nilai~nilai persaudaraan dan perdamaian.

Rangkaian festival diisi dengan Pameran Expo, Pawai Budaya dan Festival Budaya, acara dilanjutkan penandatanganan Deklarasi Damai oleh perwakilan masing-masing pranata adat untuk menyampaikan deklarasi damai.

Kemudian peninjauan stand Expo BUMDES oleh Bupati Dompu dan Pejabat Kementerian Desa PDTT serta penampilan seni dan budaya Dompu oleh sejumlah sanggar. [Yd/DP3A Dpu]