MENUJU BABEL PROVINSI LAYAK ANAK, DP3ACSKB BABEL GELAR PELATIHAN GUGUS TUGAS KLA

8

PANGKALPINANG — Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB)  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi Pelatihan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) pada Senin (19/8/2019) di Hotel Sahid Pangkalpinang.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan diikuti oleh Gugug Tugas KLA Kabupatrn/Kota se-Bangka Belitung dan  TAPD Kabupatrn/Kota se-Bangka Belitung.

Dalam sambutannya Toni berharap kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan gugus tugas KLA melalui penyusunan rencana aksi daerah KLA kabupaten/kota  sehingga tercipta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Provinsi Layak Anak (Provila).

“Tahun 2019 ini sudah ada 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah mendapat predikat Kabupaten/Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI diantaranya Kabupaten Bangka tengah, Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung”, jelasnya.

Toni menyebutkan bahwa bukan suatu hal yang mudah untuk mencapai titik ini, dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah untuk mewujudkan kabupaten/kota layak anak.

“Dilakukan beberapa tahapan untuk mewujudkan KLA ini diantaranya perencanaan, Pra KLA, Pelaksanaan, Evaluasi dan Penetapan Peringkat Status yang kesemuanya membutuhkan sinergi antar gugus tugas KLA yang merupakan wakil-wakil dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi anak secara langsung maupun tidak langsung, serta melibatkan unsur masyarakat, media massa, dunia usaha, dan perwakilan rakkyat”, tutur Toni.

Ketua Panitia Yeni Asmita dalam laporan ketua panitia menyebutkan bahwa acara ini bertujuan menguatkan komitmen antar Gugus Tugas KLA, menguatkan peran strategis Gugus Tugas KLA dan menyusun rencana aksi pelaksanaan KLA di tingkat kabupaten/kota se- Bangka Belitung.

Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat menjadi narasumber menyebutkan bahwa untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) maka harus terlebih dahulu mewujudkan Provinsi Layak Anak (Provila) terlebih dahulu, dan Provila tidak akan terbentuk kalau Kabupaten/Kota di Provinsinya belum menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak seterusnya hingga ke tingkat desa/kelurahan dan juga lingkup keluarga yang layak anak.

“Untuk mewujudkan Provila ini tentu memerlukan komitmen antar lembaga yudikatif, legislatif dan masyarakat agar mewujudkan Bangka Belitung Layak Anak dengan membuat Surat Keputusan (SK) gugus tugas bisa dari Bappeda atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota yang merancangnya”, tegas Susanti.

Susanti menjelaskan seharusnya Provinsi Bangka Belitung sudah bisa menjadi Provinsi Penggerak KLA jika semua kabupaten/kotanya pada saat evaluasi mandiri memperoleh nilai diatas 500 dan menjadi Provinsi Pelopor apabila seluruh kabupaten/kotanya mendapat predikat layak anak.

“Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hanya Kabupaten Belitung Timur yangcapaian penilaian mandiri evaluasi KLA 2019  nya dibawah 500, seharusnya kita bisa menjadi Provinsi Penggerak bila Kabupaten Belitung Timur mencapai niilai diatas 500”, tutupnya.