Mirdan Midding: Sekolah Wajib Jadi Tempat yang Ramah Buat Pelajar dan Pengajar

63

Makassar (kla.id)

Kepala sekolah SMAN 20 Makassar, Mirdan Midding mengungkapkan kiatnya dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya. Menurut Mirdan, dirinya memegang prinsip sekolah wajib menjadi tempat yang ramah dan nyaman buat pelajar dan pengajar.
“Saya yakin dengan suasana yang ramah dan nyaman, proses belajar dan mengajar di sekolah bakal lancar. Hasilnya akan lahir anak didik yang berkualitas,” ujar Mirdan yang ditemui di SMAN 20 Makassar, Senin (22/7).
Prinsip dan metode inilah yang membuat Mirdan selalu membawa sekolah yang dipimpinnya meraih penghargaan sekolah ramah anak tingkat nasional.
Pada tahun ajaran 2016/2018, Mirdan mengantar SMAN 3 Makassar meraih penghargaan sekolah ramah tingkat nasional. Dan pada 2018/2019, Mirdan mengulanginya bersama SMAN 21 Makassar.
Kini bersama SMAN 20 yang dipimpinnya mulai awal Juli ini, Mirdan mencanangkan target menyamai prestasi dua sekolah terdahulu. “Semoga pada 2020, SMAN 20 bisa mewujudkannya, ” tutur Mirdan yang pernah menjadi Direktur Teknik PSM Makassar ini.
Mirdan menjelaskan, untuk meraih penghargaan itu tak mudah. Karena harus melewati seleksi yang diikuti ribuan sekolah di seluruh Indonesia selama setahun ajaran.

Sebagai langkah awal, Mirdan bersama jajarannya membawa SMAN 20 meraih akreditasi A dari sebelumnya B. “Pada 24 Juli nanti, kami akan melaunching program SMAN 20 sebagai sekolah ramah anak dan peradaban Makassar,” kata Mirdan.
Mirdan pun menegaskan dirinya akan berusaha keras untuk menekan kekerasan fisik, psikis dan sosial di sekolah yang di kelolanya. “Hasil survei menunjukkan 37 persen kekerasan terhadap anak justru terjadi di lembaga. Ini yang tidak boleh terjadi lagi, ” pungkas Mirdan yang pada tahun lalu terpilih sebagai kepsek terinovatif versi Harian Fajar. Prestasi mengantarnya mengunjungi dua kota di Australia, Melbourne dan Adelaide