Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Pemenuhan Hak Anak di Kab. Dompu ~ NTB

87

“3M akan bisa berjalan jika diterapkan oleh semua elemen, baik Pemerintah maupun Organisasi~Organisasi yang ada di Kabupaten Dompu”

Dompu~NTB Kla.id, Tiga Bulan Terakhir kasus bunuh diri pelajar di Kecamatan Hu’u menjadi sorotan banyak pihak. Tidak terkecuali Forum Anak Dompu(FAD).
Melalui pendekatan 3M (Memahami, Memotivasi dan Merangkul), kelompok resiko yang dinilai efektif yang menekan pada persoalan krusial efektif.

Ketua FAD, Nurauhan Rahmad (Yuan), mengaku prihatin melihat tingginya kasus bunuh diri yang merupakan rekan sesama pelajarnya itu. Jeratan ekonomi keluarga, kurangnya kasih sayang serta dasar agama yang minim disinyalir pemicu utama.

Untuk itu, mari kita mendorong semua elemen masyarakat mulai melakukan pendekatan 3M pada kelompok yang beresiko.
“Harus dilakukan oleh semua elemen sekarang yaitu pendekatan 3M. Ini sangat penting untuk mengetahui apa saja potensi atau perilaku menyimpang yang membuat anak ini bunuh diri”, ungkapnya.

Pendekatan 3M tidak saja ditekankan pada pihak terkait, tetapi lebih khusus bagi para Pelajar itu sendiri, misalnya saat menjumpai rekan sebaya yang menunjukan perubahan sikap dari hari~hari biasa mesti langsung diajak berdialog untuk memahami keadaannya.
Tentu dengan tetap menjaga privasi yang dirahasiakan, kemudian diimbangi motivasi agar mereka dapat bangkit dari ketepurukan serta merangkulnya untuk bersama~sama mengatasai persoalan yang tengah dihadapinya.

Jika pendekatan ini bisa diwujudkan, menurut Pelajar Kelas XI SMA Negeri 1 Dompu ini semua permasalahan yang dihadapi anak tidak akan berakhir bunuh diri.
“3M akan bisa berjalan jika diterapkan oleh semua elemen, baik Pemerintah maupun Organisasi~Organisasi yang ada di Kabupaten Dompu”, jelasnya.

Yuan sapaan akrab Ketua FAD menambahkan pasca ditemukan banyak kasus bunuh diri pelajar di daerah wisata itu pihaknya sudah bertemu langsung dengan beberapa keluarga korban.
Diketahui bahwa mereka yang mengambil jalan pintas dengan menegak racun serangga ini tergolong anak yang berkeinginan tinggi, terlibat pergaulan bebas serta kurang mendapat kasih sayang orang tua.
Contoh kecil, kasus bunuh diri lantaran tidak mampu terpenuhinya keinginan sang anak oleh orang tua baru~baru ini. Dalam kasus ini, menurut dia anak tidak boleh sepenuhnya disalahkan, tetapi sikap orang tua yang tidak mampu memberikan pemahaman dengan baik pada anak terkait kondisi ekonominya juga bermasalah.

“Terjadi kesalahan orang tua juga disini. seharusnya orang tua merangkul anaknya memberitahu secara baik keadaan ekonominya. Pasti anak manapun mengerti jika diberitahu baik~baik”. pangkasnya [Yuan/FA Dompu]