Pembentukan Balai BPOM Kaltara Jadi Prioritas

67

Tanjung Selor (kla.id) – Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dr.Ir. Penny K. Lukito MCP, dengan didampingi beberapa pejabat dari Lembaga pemerintah nonkementerian itu, Rabu (17/07) kemarin melakukan kunjungan ke Kalimantan Utara (Kaltara). Kedatangan Penny dan rombogan diterima langsung oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, dengan melakukan audensi yang dilangsungkan di Ruang Rapat lantai I Kantor Gubernur Kaltara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan juga masyarakat Kaltara, saya ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kepala Badan POM RI. Ini merupakan kunjungan berharga yang sangat kami harapkan,” ujar Irianto dalam pertemuan itu.

Kedatangan Kepala BPOM RI dengan didampingi para pejabat Badan POM untuk yang pertama kalinya ke Kaltara ini, dikatakan Gubernur, memenuhi undangan yang disampaikan secara resmi beberapa waktu lalu. Salah satunya, adalah terkait rencana pembentukan Balai BPOM di Kaltara.

Disampaikan oleh Dr. Penny, pembentukan Balai BPOM Kaltara sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun, masih dalam proses melalui kementerian terkait untuk disetujui. Pihaknya akan terus memperjuangkannya hingga terwujud. Apalagi mengingat  posisi strategis Kaltara, yang berada di wilayah perbatasan. “Kita akan perjuangkan. Yang pasti pembentukan BPOM Kaltara menjadi prioritas kami,” tegas Penny.

Saat ini, katanya, sudah ada Badan POM Kaltara, namun statusnya masih Loka, yang berada di Tarakan, belum berupa balai. Melihat tantangan dan juga posisi Kaltara yang strategis ini, keberadaan Badan POM perlu ditingkatkan. “Untuk ke depannya, kita akan naikkan status. Tentu dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi, untuk sama-sama meyakinkan ke Kementerian terkait apalagi Kaltara merupakan daerah yang cukup strategis,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur mengatakan, Pemprov siap membantu memperjuangkan soal peningkatan status, bersama Badan POM. Yang terpenting, menurutnya, sudah ada dulu Badan POM di Kaltara. Terkait dengan status, nantinya bisa sambil berjalan.

“Saya sudah mengusulkan pembentukan Badan POM di Kaltara sejak 2014. Kenapa Badan POM penting? Keberadaan Lembaga ini sangat strategis, dalam rangka untuk perlindungan masyarakat terkait konsumsi obat dan makanan. Apalagi dengan posisi wilayah kita yang berada di perbatasan,” kata Irianto.

Untuk rencana pembangunan Balai Badan POM di Kaltara, Gubernur menegaskan dari Pemerintah Provinsi siap mendukung, termasuk dalam hal penyediaan lahan. Nantinya akan disiapkan di areal Kota Baru Mandiri Tanjung Selor.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Gubernur juga mengusulkan agar Badan POM membentuk semacam Loka atau Pos di wilayah perbatasan Kaltara, seperti di Sebatik ataupun di Krayan, Kabupaten Nunukan. “Ini penting, untuk mengawasi masuknya berbagai macam obat-obatan dan makanan dari Malaysia. Apalagi ini juga sejalan dengan akan dibangunnya PLBN (Pos Lintas Batas Negara) di perbatasan Kaltara. Yang tahun ini, alhamdulillah usulan kita disetujui. Insya Allah akan dibangun dua PLBN di Sebatik dan Long Midang, Krayan,” imbuh Gubernur.

(humas)