Pembentukan FA Berbasis Budaya Lokal di Desa Hutanagodang, Tapanuli Utara.

213

“Tenun ulos batak terancam punah”. Demikian disampaikan oleh Sandra Niessen, peneliti budaya bidang Tenun Ulos Batak asal Jerman di sela-sela pertemuan dengan Linda Amalia Sari Gumelar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didampingi oleh Usman Basuni Asisten Deputi Partisipasi anak KPPPA RI, di ruang kerja menteri di Jakarta (20/12). Disebutkan pula oleh Niessen bahwa bila kepunahan tersebut tidak dicegah, maka akan banyak anak-anak Batak yang tidak mengenali lagi warisan budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Batak yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi.

“Kementerian PP dan PA dalam mewujudkan fungsi tugasnya kepada masyarakat berniat untuk mengembangkan wadah-wadah partisipasi anak dalam hal ini forum anak berbasis budaya lokal di wilayah desa Hutanagodang, Tapanuli Utara, Sumut”, ujar Usman Basuni di sela-sela pertemuan tersebut yang langsung disetujui oleh Linda Sari.

Pertemuan kedua tokoh ini yang berlangsung kurang lebih satu jam membahas berbagai masalah terkait runtuhnya ketertarikan masyarakat akan budaya tenun Ulos Batak serta solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan mengaitkannya kepada anak sebagai pewaris masa depan.

Sandra Niessen dalam pertemuan ini membawa serta seorang tokoh masyarakat ahli membuat tenun ulos bersama pihak dari Badan PP daerah Medan .

Diharapkan agar FA berbasis budaya lokal yang akan dibentuk nanti di wilayah Desa Hutanagodang benar-benar bisa membawa perubahan pada pengembangan diri anak dalam mencintai budaya lokal mereka sendiri agar lebih terjaga dan tetap lestari.(Jum)