Pemerintah Kabupaten Soppeng, Peduli Nasib La Beddu “Penderita Hidrosefalus”

763

Soppeng,  (kla.id)

Seorang warga miskin La Beddu ( Abdul Rauf) Anak umur 10 Tahun warga Tampaning, Kecamatan Marioriawa, Soppeng penderita penyakit Hidrosefalus anak ke 3  dari 3 bersaudara dari pasangan La Hamda dan Nursiah, dari semua saudaranya hanya La Beddu yang masih hidup. La Beddu yang sejak lahir menderita penyakit Hidrosefalus hidup bersama ibunya karena sejak umur 3 bulan orang tua La Beddu berspisah.

Nursiah ibu La beddu menuturkan, mantan suaminya terakhir menjenguk  anaknya saat umurnya 6 tahun dan sampai saat ini belum pernah datang lagi. Untuk menghidupi anaknya Nursiah bekerja sebagai penyerabut kelapa, jadi terkadang Nursiah terpaksa meninggalkan La Beddu sendirian dirumahnya. Nursia menambahkan saat anaknya berusia 3 tahun, La Beddu pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) di Makassar, namun kondisinya saat itu tidak mengalami perubahan, dan besarnya biaya yang harus ditanggung, sehingga dipulangkan kembali ke Soppeng.

Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Arti harfiah dari penyakit ini adalah “air di dalam otak.” Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan menggenangi otak dan tulang belakang. Jika tekanan cairan serebrospinal terlalu banyak, maka jaringan otak akan rusak dan menyebabkan gangguan dalam fungsi otak.

Kondisi Labeddu saat ini sedang terbujur di RSUD Latemmamala Soppeng sebagai inisiatif dari pemerintah Kabupaten Soppeng, untuk memberikan perawatan kepada La Beddu, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga telah  memberitakan ke berbagai media berita dan media sosial agar Labeddu mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.