Pemerintah Kota Denpasar Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak dan Sekolah Ramah Anak Tahun 2019

110

Ruang Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma, Denpasar (kla.or.id)  Untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Ruang Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma, Denpasar pada Jumat (15/3).

Kegiatan  yang bertujuan guna mensosialisasikan pentingnya pemenuhan hak anak dalam memberikan perlindungan anak demi kepentingan seluruh anak dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya didampingi Sekdis DP3AP2KB Kota Denpasar, Sri Wetrawati dan turut menghadirkan Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bekti Prastyani, S.Pd.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar, I Made Toya mengatakan anak memiliki peran strategis dan memiliki ciri khsusus yang memerlukan perlindungan dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik. Bahkan, hal ini tertuang dalam UUD 1945 Pasal 28 serta UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang hak anak.

Made Toya menambahkan, sejalan dengan perkembangan pembangunan Kota Denapsar menuju Kota LayakAnak (KLA) tersebut, terus digalakkan dan mengembangkan inisiasi Sekolah Ramah Anak. Hal ini dilakukan karena sekolah ramah anak merupakan indikator Kota Layak Anak dan menjadi bagian terpenting diterbitkannya kebijakan Sekolah Ramah Anak sebagai upaya agar pemenuhan hak anak terpenuhi. “SRA adalah amanat yang harus diselenggarakan untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam konvensi hak anak,” jelasnya.

Mengingat pentingnya upaya ini, maka Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas DP3AP2KB  melaksanakan kegiatan pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) bagi tenaga pendidik di Kota Denpasar. Besar Harapan kita bersama, Kegiatan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA) ini dapat memberikan informasi terbaik untuk para pendidik, guru, penyelenggara pendidik dan anak-anak di Kota Denpasar dalam mewujudkan Kota LayakAnak.

Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bekti Prastyani, S.Pd saat ditemui mengatakan di Kota Denpasar sudah mulai digalakkan mengenai Sekolah Ramah Anak (SRA). Karena memang harapannya SRA ini menjadi salah satu indikator dari Kota LayakAnak (KLA) dimana untuk mencapai ditingkat Pratama sampai Nindya itu berada sampai 50% sekolah harus berstatus Sekolah Ramah Anak.

Didalam SRA ini terkait dengan hak anak ini yang harus terpenuhi diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Dimana dalam pelaksanaan kegiatan sehari- hari anak tidak diperkenankan dihukum dan disanksi tetapi lebih kepada anak memahami tanggungawab dengan disiplin positif dan kesepakatan. Kota Denpasar telah meraih Penghargaan Kota LayakAnak (KLA) Kategori Nindya dan semoga kedepannya bisa berkembang lebih baik lagi sehingga layanan terhadap anak terkait peningkatan SRA semoga  berjalan dengan lancar.

“Denpasar sudah ada beberapa kegiatan dilakukan seperti sosialisasi di masing- masing sekolah yang mana  terkait SRA ini sudah 19 sekolah yang menjalankannnya dan harapannya saat ini untuk para peserta bisa menjalankan programnya dengan baik.” ujarnya (Sonia Insani/SI).